Posted in puisi, sastra

Bayang-Bayang di Perbatasan

Tunjukkan kata itu sembunyi
Tunjukkan kata itu mengerti
Aku dan persimpangan waktu yang menyepi
Bayang-bayang kelu di perbatasan

Lukisan tanpa warna
Jiwa kusam dalam fragmen mozaik

Semesta tak sesejuk katamu
Renyah tawamu yang menepi
Tersadar pagi,
Aku kehilanganmu,
Ada luka tanpa darah,
Ada luka tanpa air mata,
Hanya hampa dalam dada

Begitu berat tanpa senyum pembuka katamu
Begitu sulit jalani denyut detik,
Dengan kesadaran kau terlepas dariku
Menghilang dari orbit hati

Bayang-bayang di perbatasan
Temukan aku terluka

Author:

Suka menulis dan membaca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s