Posted in puisi, sastra

Jam 2 Dinihari

Bila sepi ini menjemput nadi

Jam 2 dinihari
Lelap belum singgah di mataku
Aku si musafir malam

Segala lintas pikir berlari di lintasan waktu sepi ini
Sahut-menyahut
Panggil-memanggil

Apakah Aku si resah dalam nafas bumi
Maka detak detik adalah perniagaan kontemplasiku

Lintang-bujur
Adalah tafsiran-tafsiranku akan takaran waktu

Dimana kamu dalam sudut sunyi?
Aku dan retakan-retakan mimpi yang menua

Author:

Suka menulis dan membaca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s