Posted in puisi, sastra

Terbanglah dalam Doaku

Pada bintang kelam Aku menatap
Indah dalam kesendiriannya
Sempurna dalam pengasingannya

Sejak dulu kamu selalu sendiri
Lewati panel-panel kerasnya kehidupan
Mengumpulkan remah-remah mimpi yang kau taburkan ke udara,
“Terbanglah dalam doaku,” ujarmu

Hidup memang begini adanya
Bukan confetti tiap pagi
Mengasah kompetensi
Hidup memang tiada mudah
Rumit adanya

Berteman peluh
Waktu-waktu yang meringkuk
Benak yang tersibukkan

Keras kepalamu menatap dunia

Ada luka yang menyatu bersama pagi
Ketika embun pertama terhembuskan
Dan ketika malam memanggil,
Nyanyian riuh lampu kota
Jiwamu tertunduk henti
Tak kau dapati lagi diriku
Karena kau telah melepasku
“Terbanglah dalam doaku,” ujarku

Author:

Suka menulis dan membaca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s