Posted in Essai, Politik, Sejarah

Rakyat

Menggemuruhlah suara itu. Di hadapan seantero manusia. Satu kesatuan yang utuh. Satu kesatuan yang tak terbagi. Ada narasi perlawanan disana. Ada garis demarkasi disana. Siapa lawan, siapa kawan, jelas adanya. Denyut udara bersama pekik mesianis. Tumbangkan! Lawan! Hari depan yang baru. Maka lihatlah mata yang berbinar. Jantung yang berdetak lebih kencang. Perasaan senasib, sepenanggungan.

Selepas perhelatan besar itu, mereka kembali ke tempatnya. Mereka (baca: rakyat). Di perhelatan besar itu mereka seolah lebur. Yang ada adalah satu. Yang ada adalah kesatuan. Ada tujuan bersama yang mereka imajinasikan. Hati mereka seakan bergenggaman. Sekembali dari perhelatan besar, mereka menjadi individu lagi. Sibuk dengan keriuhan kehidupan sehari-hari. Risau dengan asap dapur, masihkah mengebul?

Amuk gelombang. Tangan yang mengepal. Banyak kiranya peristiwa besar yang tidak akan muncul tanpa rakyat yang menyemut begitu banyak dalam suatu waktu. Banyak revolusi yang berhutang pada rakyat yang turun ke jalan. Menarasikan galau yang mengintimidasi hari. Lalu selepas revolusi, apa? Selepas revolusi, kita sama-sama membaca. Rakyat terpecah arah. Ada yang mau ini, ada yang mau itu. Elite? Berpisah jalan pula. Simak pernyataan Mochtar Lubis berikut, “tak mungkin ada pemimpin Indonesia yang bisa jadi korup.” Berbilang waktu kemudian Mochtar Lubis merevisi pandangannya itu. Dan kita tahu Hatta berkata tentang budaya korup negeri ini. Atau Soemitro Djojohadikusumo yang mengkalkulasi bocornya anggaran APBN sebesar 30%.

Rakyat oh rakyat. Adakah mereka digunakan sebagai sekadar perkakas politik saja? Yang digunakan untuk memukul, lalu disimpan di perkakas sejarah. Mereka diatasnamakan. Untuk kepentingan syahwat kuasa. Untuk pemanis pencitraan. Sekali-kali mereka dapat melawan. Bergerombol. Menjarah. Membakar. Merusak. Mengeroyok. Mungkin satu kesatuan itu perlu didedah. Ditelusuri. Dan tertemuilah individu. Itu saya. Itu Anda.

Author:

Suka menulis dan membaca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s