Posted in Essai, Sepakbola

Gelar Ke-20 Bagi United

Apa yang tersisa di perjalanan waktu bagi United di musim ini adalah liga Inggris, maka rengkuhlah itu. Sir Alex Ferguson sempat berharap di musim kompetisi 2012-2013 ini anak asuhannya dapat mengulang sukses seperti di tahun 1999 dengan merebut treble winner di liga Inggris, piala FA, dan liga Champions. Namun fakta di lapangan berbicara lain. Manchester United harus tersingkir di babak 16 besar liga Champions. Hal yang tak dapat dilepaskan dari keputusan kontroversial wasit Cuneyt Cakir yang mengkartu merahkan Nani. Dan pasca dikartu merahkannya Nani arah pertarungan antara United versus Madrid pun menjadi tidak seimbang lagi. Dalam duel tim yang memiliki kompetensi ketat, segala detail kecil dapat menentukan. 11 lawan 10 orang tentu merupakan detail yang dapat menentukan hasil akhir pertandingan. United pun tersingkir dengan elegan dari liga Champions. Tak berlebihan jika Jose Mourinho berkata,”Tim terbaik kalah dan kami tidak layak menang.”

Manchester United di piala FA harus tersingkir dari rivalnya Chelsea. Sepertinya efek kekalahan dari Real Madrid masih berbekas di sekujur punggawa United. Bertanding melawan Chelsea di Old Trafford, United sempat unggul 2-0 hingga babak pertama usai. Namun di babak kedua, Chelsea menekan pedal gas, sementara The Red Devils menurun performanya. Gol Eden Hazard dan Ramires menyamakan keadaan. Hingga tanding ulang harus dilaksakanan di Stamford Bridge. Tanding ulang di markas Chelsea menyisakan luka bagi punggawa setan merah. Gol semata wayang dari Demba Ba memupus harapan dari Manchester United untuk menggenggam trofi Fa Cup yang terakhir diraih pada tahun 2004.

Perjalanan United untuk menjadi juara di liga Inggris ke-20 sendiri kini relatif terbuka lebar. Kekalahan Manchester City atas Tottenham Hotspur memberikan jalan lebih lapang bagi pasukan besutan Alex Ferguson untuk memenangi titel jawara liga Inggris yang ke-20. Dengan sisa 5 pertandingan, United praktis tinggal membutuhkan tiga poin untuk mensegel gelar juara. Adapun lima lawan terakhir dari United di musim ini adalah Aston Villa, Arsenal, Chelsea, Swansea, West Bromwich Albion. United berkesempatan untuk merayakan gelar juara di hadapan pendukungnya sendiri ketika menjamu Aston Villa. Tentunya Vidic cs ingin segera merayakan gelar juara di hadapan puluhan ribu pendukungnya sendiri. Sebuah gelar yang menjadi pelipur lara akan kegagalan di piala FA dan liga Champions. Tentunya musim depan, United akan berbenah untuk menambal lubang-lubang yang ada pada kelemahan timnya. Dan bukan tidak mungkin di musim depan, United mengulang kisah gemilang seperti di tahun 1999.

Author:

Suka menulis dan membaca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s