Posted in Edukasi, Essai, Sosial Budaya

Tatanan

Apa yang dapat membuat hidup menjadi begitu membosankan? Saya pikir salah satu jawabannya adalah order atau tatanan yang tertata rapi. Yang sayangnya dalam kehidupan, kita kerap dipaksa untuk patuh 100% pada order. Tengok saja semenjak kita bersekolah. Hukuman bagi mereka yang datang terlambat. Alasan yang dirasionalisasikan adalah untuk membentuk disiplin. Ada juga peraturan seragam. Hukuman bagi mereka yang melanggar aturan seragam pun terjadi. Kotak, orbit, semenjak dini telah dicangkokkan dan dicekokkan. Sadarkah Anda itu diam-diam dan nyata-nyata dapat membunuh daya kreativitas Anda? Sadarkah Anda itu dapat membuat Anda menjadi pribadi yang tertebak dan membosankan.

Dalam pelajaran bahasa juga ditertibkan segala “keliaran berbahasa”. Yang diagungkan adalah tata bahasa yang baik dan benar. Baik ketika belajar bahasa Indonesia ataupun belajar bahasa Inggris. Alhasil membosankanlah pelajaran berbahasa. Kata baku, kalimat baku, cara membuat surat, dan sebagainya merupakan sampel. Ajaklah untuk terjun bebas ke kenikmatan dan legitnya berbahasa. Pelajari langsung karya sastra. Apakah Anda akan menemui tertib setertib-tertibnya dalam berbahasa? Saya percaya karya sastra yang memikat adalah yang mampu memainkan substansi berbahasa. Bahkan mungkin keluar dari jalur tata bahasa yang baku dan kaku itu. Ada daya dobrak, ada daya letup dalam sejumlah karya masterpiece. Ada kejalangan dalam karya-karya Chairil Anwar, ada keliaran dalam karya Sutardji Calzoem Bachri.

Kotak membelenggu lainnya adalah ketika bekerja. Tersebutlah dari jam 9-5. Skema partisi. Manusia coba diatur. Seperti rangkaian rumus yang harus patuh, lalu hasilnya akan terukur. Nyatanya kita bukanlah entitas yang mudah untuk diklasifikasikan, dikodifikasikan, distrukturisasi. Kita adalah makhluk hidup. Ada daya perlawanan disana. Ada energi disana. Dan itulah yang membuat kita hidup. Itulah yang membuat kita tidak membosankan.

Selalu ada chaos dalam setiap order. Dan chaos itu dibutuhkan. Chaos itulah yang membedakan kita dengan sekumpulan robot yang patuh itu. Selamat menjadi manusia.

Author:

Suka menulis dan membaca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s