Posted in puisi, sastra

Berbagi Dunia

Yang kita butuhkan adalah jeda
Untuk merapatkan hati masing-masing
Untuk mendengarkan suara personal jiwa

Jeda,
Untuk mengecek seberapa jauh hati tertambat
Larik-larik pikiran yang berkelebat
Segala tentangmu yang menggelung udara

Lalu kita tahu
Di cermin itu kudapati kamu
Senyum yang menjelaskan kata
Kita berbagi dunia
Kita berkisah hal-hal yang tak layak masuk edisi koran pagi
Kita dengan kisah-kisah kecil kita
Tak mengapa,
Asal itu kisahku
Asal itu kisahmu

Yang kita butuhkan adalah jeda
Untuk mengukur keterpisahan
Ada magnet daya yang menuju padamu
Menuliskan namamu erat dalam kertas pasir
Mengetuk, menjenguk

Di balik hujan
Embun di jendela
Kulukiskan nadi sepi waktu

Lampu kota yang menua
Jalanan yang menyepi
Aku dan kamu tak butuh tali
Karena di detakku, kudengar denyutmu

Author:

Suka menulis dan membaca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s