Posted in Essai, Politik

Politik Hari Ini

Politik hari ini adalah candu. Maka yang muncul adalah kaum tua yang tidak bosan-bosan berjoget di atas panggung. “Pilih saya..pilih saya.” Dia mungkin tidak tahu atau pura-pura tidak tahu masyarakat sudah jemu disuguhi menu yang itu-itu lagi.

Politik hari ini adalah jemu. Kaum muda yang diharapkan dapat memutus mata rantai permasalahan, malahan semenjak muda telah piawai untuk bertindak lancung. Simak saja rentang umur para pesakitan ataupun tersangka dalam laman-laman berita. Korupsi telah berhasil diwariskan.

Politik hari ini adalah harapan yang tersabit. Pekik merdeka. Tatanan yang baru. Reformasi. Hampir 70 tahun negeri. Namun harapan sebesar-besar kemakmuran rakyat belum juga menjadi nyata. Layar berganti, aktor berganti, harapan tetap kecut.

Politik hari ini adalah luka. Saling menikam. Saling menggunakan tangan orang lain untuk menghantam. Ada kebusukan yang tersembunyi di balik kata-kata yang bermelodi normatif.

Politik hari ini adalah wani piro. Mana serangan fajarnya? Maka untuk menjadi legislator dibutuhkan “gizi”. Rupa-rupalah untuk bayar transportasi rakyat yang datang ke gawean mereka, untuk membayar artis dangdut, untuk mencetak foto mereka di spanduk. Politik biaya tinggi untuk nafsu kuasa yang tanpa plafon atas.

Politik hari ini adalah pragmatisme sempit. Simak berapa banyak politisi yang menelurkan tulisan-tulisan visioner ataupun merekam tribulasi politik kekinian. Tak ada lagi Bima, A.Moechlis, dalam khazanah litetatur politisi-penulis.

Politik hari ini adalah rakyat yang merasa sudah pintar. Tapi tetap saja terperangkap dengan pencitraan, persepsi. Debat kandidat lebih dimaknai sebagai lini lain dari sinetron. Maka yang terzalimi, yang tersudut, yang sok empati, layaklah jadi pilihan. Begitu adanya pilihan rakyat kebanyakan.

Politik hari ini adalah candu, jemu, harapan yang tersabit, luka, wani piro, pragmatisme sempit, rakyat yang merasa sudah pintar. Politik hari ini adalah aku dan kamu. Jadi mau memutus sengkarut atau ikut bersorak di pusaran sengkarut?

Author:

Suka menulis dan membaca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s