Posted in Essai, Fiksi Fantasi

Clark Kent

Kita mengenal Superman dengan segala kedigdayaannya yang melebihi manusia biasa. Kemampuan untuk mengeluarkan laser dari matanya, kemampuan untuk terbang, meniupkan es, serta daya tahan yang kokoh terhadap terjangan peluru. Setiap kali sang Superman mengganti busana kantornya menjadi kostum pahlawan, kagum, harap, seruan pun terpekikkan. Superman memang mampu melakukan berbagai hal. Namun sama seperti hal lainnya di dunia. Selalu ada kelemahan. Sesuatu yang dengan cerdik diungkapkan oleh Bartimaeus dalam The Bartimaeus Trilogy: Amulet Samarkand sebagai berikut (Jonathan Stroud, The Bartimaeus Trilogy: Amulet Samarkand, hlm. 12):

Aku tak dapat berbuat apa-apa selama berada di dalam lingkaran, tentu saja. Tapi nanti aku akan mendapatkan informasi tentang siapa ia sebenarnya, mencari kelemahan karakternya, hal-hal di masa lalu yang dapat dieksploitasi. Mereka semua memilikinya. Atau lebih tepatnya, kalian semua memilikinya.

Bagi saya pribadi salah satu daya pikat utama dari kisah Superman adalah Clark Kent. Hal yang pernah disentil oleh Bill dalam film ‘Kill Bill”:

superman didn’t become superman
superman was born superman
when superman wakes up in the morning, he’s superman
his alter ego is Clark Kent
his outfit with the big red dress
that’s the blanket he was wept as a baby when the Kent’s found him, those are his clothes
what Kent wears, the glasses, the business suit, that’s the costume
that the costume superman wears to blend in with us
Clark Kent is how superman views us
and what of the characteristics is Clark Kent?
he’s weak, he’s unsure of himself, he’s a coward
Clark Kent is superman’s critique on whole all human race..
~Bill~

Clark Kent

Benarkah sosok Clark adalah sebentuk kelemahan? Jika kita merujuk pada teori politik maka kita akan mengenal gagasan yang diungkap oleh Machiavelli dengan rubah dan singa. Berikut saya kutipkan gagasan dari Machiavelli (Ahmad Suhelmi, Pemikiran Politik Barat, hlm. 137-138):

Machiavelli berpendapat bahwa penguasa negara bisa menggunakan cara binatang, terutama ketika menghadapi lawan-lawan politiknya. Dalam The Prince dikemukakan bahwa seorang penguasa bisa menjadi singa di satu saat, dan menjadi rubah di saat lainnya. Menghadapi musuhnya yang ganas bagai seekor srigala, penguasa hendaknya bisa berperangai seperti singa, karena dengan cara itulah ia bisa mengalahkan lawannya. Tetapi penguasa harus bersikap seperti rubah bila lawan yang dihadapinya adalah perangkap-perangkap musuh. Bukan singa yang mampu mengendus perangkap-perangkap itu, melainkan rubah. Rubah amat peka dengan perangkap yang akan menjerat dirinya.

Bagi seorang penguasa untuk mengalahkan lawannya dibutuhkan kecerdikan bak rubah dan ketegasan bagai singa. Ketegasan bagai singa tentu saja jelas terlihat pada sosok Superman. Dengan gagah berani Superman menegakkan panji kebenaran dan menjadi oposisi frontal dari kejahatan. Sedangkan kecerdikan bak rubah tercermin dari sosok Clark Kent. Ia terlihat lemah, culun, aneh. Namun sesungguhnya ia menyimpan daya, kekuatan. Ia mampu mengelabui dengan chasing yang nampak lemah itu. Bagaimana Clark Kent dengan begitu gigih berhasil mendedah berbagai kasus dengan menjadi wartawan. Suatu sesi dia menggunakan rasio, berpura-pura lemah. Di sesi lain, manakala genting hadir, ia berubah menjadi Superman yang perkasa.

Jangan lupakan pula Clark Kent merupakan kekuatan kemanusiaan. Superman yang memiliki nama lain Kal-El, untuk kemudian setelah diasuh di bumi oleh Martha dan Jonathan Kent memiliki nama generik sebagai Clark Kent. Dengan nama itulah ia menjalin relasi sebagai manusia, menjalin relasi dengan bumi. Ia memang sosok yang berada diantara dua dunia. Krypton dan bumi. Dari Smallville seorang Clark Kent tumbuh menjadi kuat dengan nilai-nilai kebaikan, keadilan, keperwiraan. Sebuah basis nilai yang diperlukan untuk memastikan segala daya luar biasa yang dimilikinya tidak tergadaikan menjadi kejahatan.

Dikarenakan seperti disinyalir oleh Lord Acton bahwa power tends to corrupt, but absolute power corrupts absolutely. Bisakah Anda bayangkan apa jadinya seorang Superman dengan segala kemampuan mahanya tanpa ditopang oleh nilai-nilai kebajikan? Beruntunglah Superman yang meniti garis yang diungkap oleh paman Ben (Spider-Man) bahwa with great power comes great responsibility. Sebuah garis yang tidak dipisahkan dari saham bahwa di dalam dirinya tertera Clark Kent: sang manusia, sang warga bumi.

{fin}

Kalfa (Kaldera Fantasi) merupakan komunitas dengan titik fokus pada fiksi fantasi. Ada beberapa distrik yang kami coba jelajahi yakni: Buku-Film-Games-Japan/Anime-Komik.

Hadir juga di http://www.facebook.com/groups/kalfa

Author:

Suka menulis dan membaca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s