Posted in Aku, Ekonomi, Essai, Fiksi Fantasi, Jalan-Jalan, Sosial Budaya

Boneka Voodoo

Pada 7 Juli 2013 tempo hari saya berkesempatan pergi ke Popcon Asia. Bertempat di Jakarta Convention Centre pada tahun ini tema yang diangkat adalah Cross-Dicipline Success Story. Pergi ke suatu tempat dengan membawa buah tangan merupakan upaya terbaik untuk membekukan memori. Saya pun membeli Watchover Voodoo Doll. Apa yang terbetik di pikiran Anda ketika mendengar frasa “boneka voodoo”. Mungkin mistis, gelap, jahat, musuh, balas dendam, merupakan berbagai kata yang dapat memberikan penjelasan mengenai boneka voodoo.

Tentu saja Watchover Voodoo Doll tidak menjual boneka voodoo yang seperti lazim ada di benak kita sekalian untuk melakukan “tindakan” terhadap musuh. Saya kutipkan dari keterangan mainannya: Watchover Voodoo is for fun and if by keeping one of these dolls with you it helps with any aspect of your life then it is a good thing.

watchover voodoo doll

Persepsi, definisi memang dapat bergeser adanya. Semisal mengenai vampir yang menemukan definisi berbeda pada diri Edward Cullen. Singkirkan peti mati, terbakar karena sinar matahari, bawang putih, predator yang kejam. Edward Cullen menjadi sosok vampir yang begitu dicintai dengan sejumlah spesifikasi yang ok bagi kaum hawa. Ia tampan, berbudaya, “vegetarian”, pecinta musik Claude Debussy.

Begitu juga persepsi, definisi ketika melihat Watchover Voodoo Doll. Ada persepsi, definisi yang bergeser dari segala keangkeran, kekelaman, pembalasan dendam dari boneka voodoo yang seperti lazim terdengar. Yang hadir adalah boneka voodoo dalam tampilan yang simpatik, unyu, dan membawakan pesan kebaikan. Saya tidak perlu membayangkan untuk menusuk dengan jarum, mematahkan tangan atau kaki dari boneka voodoo ini. Melainkan menjadi koleksi mainan yang menarik adanya.

Pesan baik dari boneka voodoo yang saya beli adalah sebagai berikut: To help give you strenghth to fight for all the things you believe in. Boneka voodoo yang saya beli bertemakan gladiator. Pesan lainnya ialah dari boneka voodoo yang berwarna pink: To get rid of unwanted love interest and watchover my feelings. Demikianlah pada beberapa hal kita harus berterima kasih kepada kreativitas, kapitalisme yang mampu mengemas segala sesuatu menjadi menarik dan layak menjadi buah tangan.

Kalfa (Kaldera Fantasi) merupakan komunitas dengan titik fokus pada fiksi fantasi. Ada beberapa distrik yang kami coba jelajahi yakni: Buku-Film-Games-Japan/Anime-Komik.
Hadir juga di http://www.facebook.com/groups/kalfa

{fin}

Author:

Suka menulis dan membaca

6 thoughts on “Boneka Voodoo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s