Posted in Essai, Sosial Budaya

Manipulator Kata

Tuan dan puan saya perkenalkan makhluk bernama manipulator kata. Kemampuannya adalah memainkan, memanipulasi kata. Berhati-hatilah dengan makhluk ini karena perkataannya licin. Ia akan mencari cara agar sebisa mungkin segalanya untuk keuntungan dirinya. Segala yang tertulis akan ditafsirkan, dibengkokkan untuk manfaat dirinya. Maka ketika dirinya berjanji, janganlah dipercayai betul-betul. Ketika dirinya memberikan harapan, lebih baik bersiap untuk kecewa. Tuhan memang memberikan bakat, talenta, keterampilan kepada seseorang. Namun sungguh saya benar-benar muak jiwa dengan segala bakat, talenta, keterampilan yang diakrobatkan oleh manipulator kata.

Perhatikan ini, manipulator kata adalah pemain drama dengan menggunakan topeng. Di hadapan seseorang dia akan menyanjung, memuji, meninggikan. Di hadapan orang yang lain, dia akan menekan, mengintimidasi, menindas, terkadang dengan kata-kata yang dibungkus seolah-olah baik. Manipulator kata memainkan intonasi suara. Terkadang merendah, terkadang meninggi. Ia memainkan simpul-simpul emosi.

Manipulator kata barang dagangannya adalah kata-kata. Segala macam hal dibilang bisa kepada klien. Ia menjadi jembatan penghubung antara klien dengan para kreator. Segala janji bulus diberikan kepada klien. Awang-awang, bahasa puja-puji. Kepada kreator, manipulator kata menjadi bengis. Perisai yang digunakan adalah mengatasnamakan klien. Ketika beban maka lekaslah disampirkan kepada para kreator. Namun ketika kegembiraan, uang, madu telah hadir, manipulator kata undur diri dari peredaran. Menikmati kelihaian mereka bernotasi kata-kata. Manipulator kata becermin di kaca: berbangga akan dirinya dan apa yang telah dicapainya. Padahal klien tidak mendapatkan spesifikasi sesuai seharusnya. Para kreator mendapatkan bayaran yang tidak sebesar si manipulator kata.

Manipulator kata sibuk dengan teori-teori. Terkadang mengutip dengan serampangan. Terkadang sok tahu dengan membikin-bikinnya. Manipulator kata merasa apa yang dikerjakannya mulia, agung. Padahal manipulator kata tiada memiliki bingkai karya dan rekam jejak kreasi. Manipulator kata tiada peduli pada artistik suatu karya. Yang ada di benak ialah mendatangkan laba, uang, uang, uang. Oh iya manipulator kata peduli terhadap penampilan fisik, luar. Kendaraan, pakaian, potongan rambut. Namun itu semua sebagai bagian dari pertunjukan akrobat untuk menunjang sihir kata-kata dari manipulator kata. Dan langit dapat dikatakan hijau oleh manipulator kata. Dan kelinci keluar dari topi sulap mereka. Berbohong adalah nafas bagi mereka. Tanpa rasa bersalah, tanpa beban di jiwa.

Author:

Suka menulis dan membaca

2 thoughts on “Manipulator Kata

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s