Posted in puisi, sastra

Puisiku Mati Sebelum Menemukan Kalimat Pertamanya

Sudah lama aku tidak membuat puisi
Mungkin bimbang
Mungkin bosan dengan kebosanan
Letih menari bersama kata

Sudah lama aku tidak membuat puisi
Mungkin aku jengah
Mungkin aku meragu akan kataku
Terkikis daya membentuk senyawa bernama kalimat

Sudah lama aku tidak membuat puisi
Laju warna-warniku yang mati
Arus ide di kepala yang mangkrak
Aku kehilangan sentuhan seorang pujangga

Sudah lama aku tidak membuat puisi
Semenjak kehilangan kamu dari sisi
Loker inspirasiku memucat
Lalu pekat terikat

Sudah lama aku tidak membuat puisi
Semenjak terbangun dan kutahu kau tiada dalam orbit mimpiku
Ketika malam, selimut, bertaut dengan insomnia nelangsa
Aku resah dalam keresahanku

Sudah lama aku tidak membuat puisi
Semenjak kamu tidak membisiku lema-lema keajaiban
Aku menjadi biasa
Daya sastraku menjadi abu sisa pembakaran
Kehilangan elan gelora

Sudah lama aku tidak membuat puisi
Semenjak genggamanku menggenggam udara kosong
Terkulai aksara di mangkuk kebimbangan
Tak ada yang menggedor-gedor rasa

Embun pagi,
Sunyi dini hari,
Hujan yang mengharmoni,
Sudah lama aku tidak membuat puisi

Karena aku bimbang
Kehilangan pegangan
Arah, denyut nadi, separuhku
Aku terdiam di depan kanvas kata-kata
Puisiku mati sebelum menemukan kalimat pertamanya

Author:

Suka menulis dan membaca

2 thoughts on “Puisiku Mati Sebelum Menemukan Kalimat Pertamanya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s