Posted in Aku, Jalan-Jalan

Vakansi Lebaran

Manusia memang membutuhkan liburan. Dengan demikian itu seperti mengendurkan segala ketegangan. Dan yang terlebih penting adalah memberikan opsi pada jalan kehidupan. Ada orbit lain yang bisa dijalani. Vakansi pada libur lebaran tahun ini cukup memberikan berbagai perspektif bagi saya. Apa saja yang saya lakukan pada vakansi lebaran tahun ini? Secara garis besar terdapat dua panel yakni berkunjung ke rumah saudara dan ikut ke sejumlah tempat dengan kakak saya yang sedang vakansi ke Indonesia.

Pada kunjungan ke rumah saudara saya menemukan poin ada yang ajek dan berubah. Nyatanya keluarga besar telah mengalami pertambahan jumlah. Ini sebagai konsekuensi logis dari pernikahan. Ada yang menikah, ada yang melahirkan, tentu berimplikasi pada pertambahan secara kuantitatif pada keluarga besar. Pertemuan dengan keluarga besar memberikan warna bahwa kita hidup di dunia memiliki keterikatan darah tertentu. Dan ikatan itu dapat membantu, dan ikatan itu dapat menjadi alur historis dari mana kita berasal.

Pada vakansi lebaran tahun ini saya juga mendapati kunjungan keluarga dari Amerika Serikat. Kakak saya beserta 3 anaknya berkunjung ke Jakarta. Anak pertama kini telah berumur 17 tahun, sedangkan kedua adiknya berumur 3 tahun dan 1 tahun. Ini pertama kalinya untuk melihat secara langsung kedua keponakan saya yang berumur 3 tahun (Haiqal) dan 1 tahun (Putera). Vakansi ini mengingatkan saya bahwa kakak saya begitu mobile bergerak setiap harinya. Ia dalam sehari dapat berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Di hari-hari awal kedatangan, berbagai pergerakan kakak saya masih antusias saya ikuti. Lama kelamaan saya seperti kehabisan stamina dan daya. Pada dasarnya saya adalah orang rumahan yang tiada terlampau senang untuk spartan pergi dari satu tempat ke tempat yang lainnya. Iya saya suka bepergian, namun kalau setiap hari harus ulang-alik pergi ke sejumlah titik maka ada resistensi dari tubuh dan jalan pikiran saya. Yang terkena implikasi langsungnya adalah jam membaca dan menulis. Dengan bepergian spartan setiap hari, maka saya mengalami defisit dalam membaca dan menulis. Pola hidup ajek yang telah saya bangun dengan membaca dan menulis mengalami pergeseran ketika saya mengikuti kakak saya berkunjung ke sejumlah spot.

Biar bagaimanapun sejumlah muhibah yang dilakukan oleh kakak saya memberikan distingsi bagi saya untuk menjalani hari. Saya “dipaksa” untuk lebih banyak mencicipi matahari dan udara luar ruangan. Saya akui pada beberapa hal itu menyegarkan, namun pada beberapa hal itu menggerus sisi intelektual dan kekaryaan saya dikarenakan membuat saya tiada leluasa dalam jam membaca dan menulis. Kurang lebih begitulah vakansi lebaran saya pada tahun ini, bagaimana dengan vakansi lebaran Anda?

Author:

Suka menulis dan membaca

2 thoughts on “Vakansi Lebaran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s