Posted in Buku, Essai, Fiksi Fantasi, sastra

Membeli Novel 1984

Who controls the past controls the future; who controls the present controls the past. – George Orwell

Novel ‘1984’ sebenarnya telah memantik rasa keingintahuan saya selama sekian lama. Hal tersebut tak terlepas dari kegemaran saya membaca Catatan Pinggir karya Goenawan Mohamad. Dalam beberapa esai di Catatan Pinggir, Goenawan Mohamad beberapa kali menggunakan konsep dari novel ‘1984’ ataupun mengutipkan quote dari novel yang dibuat oleh George Orwell tersebut.

Selama beberapa waktu hasrat untuk memiliki novel ‘1984’ terlupa dari ingatan. Sampai keponakan saya berkesempatan datang ke Jakarta. Dia berkata bahwa tugas sekolahnya mengharuskan dirinya untuk membaca satu diantara dua buku. Dan salah satu buku tersebut adalah novel ‘1984’. Saya pun langsung terpanggil memori dan bersemangat untuk membantunya membeli novel klasik tersebut. Berbagai toko buku yang menjual buku-buku asing telah saya sambangi bersama keponakan saya. Mulai dari Kinokuniya (Pondok Indah, Plaza Senayan, Grand Indonesia), Gramedia yang sesi bahasa Inggrisnya, dan lain-lain. Hasilnya nihil. Novel ‘1984’ tidak ada dalam stok toko mereka. Sampai pada hari Senin 2 September 2013 ketika kami kebetulan menyambangi toko buku Periplus di Pacific Place. Alangkah kaget dan gembiranya kami ketika mendapati novel ‘1984’ ada di toko tersebut.

1984

Resume singkat dari novel ‘1984’ seperti tertera di bagian belakang bukunya adalah sebagai berikut:

The year 1984 has come and gone, but George Orwell’s prophetic, nightmarish vision in 1949 of the world we were becoming is timelier than ever. 1984 is still the great modern classic of “negative utopia”—-a startlingly original and haunting novel that creates an imaginary world that is completely convincing, from the first sentence to the last four words. No one can deny the novel’s hold on the imaginations of whole generations, or the power of its admonitions—a power that seems to grow, not lessen, with the passage of time.

Novel ‘1984’ sendiri terus terang belum rampung saya baca. Sedangkan keponakan saya telah usai membacanya. Ketika keponakan saya membaca novel ‘1984’ saya sedang membaca novel ‘the great gatsby’. Selama pembacaan novel ‘1984’, keponakan saya banyak berdiskusi dan membocorkan (hehe..) beberapa fragmen yang baginya menarik adanya. Diantaranya seperti kutipan quote yang saya taruh di awal esai ini.

Saya belum dalam kapasitas untuk mengurai isi dari novel ‘1984’ dikarenakan belum usai membacanya. Namun dari bocoran isi dari percakapan dengan keponakan saya rasa-rasanya novel ini layak bagi mereka yang menyukai politik, sejarah, konstruksi sosial, drama, teori konspirasi.

{fin}

Kalfa (Kaldera Fantasi) merupakan komunitas dengan titik fokus pada fiksi fantasi. Ada beberapa distrik yang kami coba jelajahi yakni: Buku-Film-Games-Japan/Anime-Komik.

Hadir juga di http://www.facebook.com/groups/kalfa

Author:

Suka menulis dan membaca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s