Posted in puisi, sastra

Hanya Aku dan Saya

Aku merapuh
Aku menyepi
Aku sendiri

Menyepi sendiri
Sendiri menyepi

Detak jantung yang berdetak
Aliran darah yang berputar
Ada sunyi yang bekerja

Sunyi punya cara tersendiri untuk mengetuk hati
Tidak dengan meraung bertarung
Kita dibawanya bersimpuh
Mengakui segala lemah diri

Sunyi itu elegi

Menenangkan resah yang tak terkatakan
Mengakurkan galau yang berkepanjangan
Kita hanya perlu berhenti
Melepaskan segala pernak pernik dunia

Becermin
Dan menemukan diri sendiri disitu
Masih saling mengenalkah kita?
Terhadap bayangan diri
Terhadap diri sendiri

Mengecek peta perjalanan
Sudah berapa banyak capaian di etape diri?
Atau sekadar sibuk tak tentu

Sunyi menyediakan hening
Ketika suara yang didengar adalah suara sendiri
Yang selama ini tenggelam oleh bising percakapan tiada perlu

Sunyi itu akur
Sunyi itu energi
Sunyi itu membebaskan

Sunyi, hanyutlah bersama mimpi

Sunyi adalah berdamai dengan diri sendiri
Mendekap mimpi yang terlupa
Diam, tersenyum syukur kepada diri sendiri

Aliran angin yang bertiup
Kecup hujan yang mencumbu bumi
Dinihari bersama lirih suara jarum jam

Hitung satu satu partitur kesendirian
Ada keindahan yang menyusup di sana
Bersama kesendirian
Bersama keheningan
Hanya aku dan saya

Author:

Suka menulis dan membaca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s