Posted in Essai, Sosial Budaya

Teruslah Berjalan

Tak perlu dengar kata mereka/ Teruslah berjalan
– Melawan Dunia: Peterpan

Dalam hidup ini terkadang harus mencuekkan perkataan dan kalimat dari beberapa orang. Sekurangnya ada dua tipikal yang layak “ditendang” dan tidak usah terlampau dipikirkan perkataannya. Tipikal yang pertama adalah orang negative thinking. Perkataan dari orang tipikal negative thinking ibarat racun kata-kata. Aura negatif selalu berhasil mereka temukan dalam berbagai peristiwa. Segala hal bisa saja mereka lihat dari sisi yang begitu negatif. Maka saran saya adalah sebisa mungkin adalah tiada mendengar perkataan mereka. Bahkan kalau bisa jangan terlalu sering bergaul dengan orang-orang tipikal negative thinking.

Apa pasal sebisa mungkin menghindari tipikal negative thinking? Itu dikarenakan kita dapat tertular dan menjadi terbiasa memproduksi skenario negatif pada segala peristiwa. Saya sendiri secara personal pernah mengalami hal macam begini. Ketika berada di kelas III SMA saya mendapatkan bangku di belakang. Lalu beberapa hari saya jalani dan saya mendapatkan pasokan negatif baik secara pemikiran maupun semangat hidup. Saya pun memutuskan untuk bertindak dan mengubah semua ini. Apalagi itu adalah momentum krusial yakni di kelas III SMA. Saya pun migrasi ke bagian depan yang di konstelasi berikutnya menyisakan satu bangku kosong.

Migrasi saya ke bangku depan dikarenakan saya ingin sukses di kelas III SMA tersebut. Berada di deret depan ternyata atmosfer pikiran yang saya rasakan benar-benar berbeda. Ada semangat, pemikiran untuk mengejar mimpi dan berusaha untuk mendapatkan universitas ternama. Dan itu membantu saya dalam radius pemikiran positif dan kompetisi. Alhasil atas berkat rahmat Allah dan didorongkan oleh keinginan luhur saya pun berhasil menyabet ranking pertama di kelas III pada caturwulan 1 dan 2. Kalau boleh dianalisa dan dievaluasi keberhasilan itu tidak terlepas dari saya yang mendepak atmosfer negatif pemikiran dari kehidupan sehari-hari. Berada dalam lingkungan yang beratmosfer negatif dapat menjerumuskan dalam kegagalan hidup dan membuat kesuksesan meleset dari genggaman.

Tipikal manusia berikutnya yang layak “ditendang” dan tidak usah terlampau dipikirkan perkataannya yakni orang-orang yang egois. Dikarenakan orang egois sesungguhnya hanya berfokus pada kepentingannya. Jadi mereka tidak hirau, peduli dengan kemajuan kita. Kritik yang mereka lakukan tak terlepas dari keuntungan apa yang akan mereka peroleh. Orang egois biasanya juga suka mencari kesalahan orang lain, mencari kambing hitam. Jadilah kita kadang dikambinghitamkan melalui perkataan, disalahkan di forum terbuka.

Orang yang egois sesungguhnya adalah orang yang “rabun” dan dalam orbit pikirnya hanya dirinya. Jadi ketika mereka menurunkan kata maka itu untuk kepentingan dirinya.

Memilah dan memilih perkataan yang masuk dalam pikiran dan kontemplasi dapat menjadi distingsi orang yang sukses dan gagal. Jangan terlampau murah hati mendengarkan segala perkataan. Karena bisa jadi perkataan itu muncul dari orang yang negative thinking dan orang yang egois. Terkadang diperlukan sikap EGP (Emangnya Gue Pikirin) terhadap beberapa perkataan. Teruslah bekerja, teruslah berkarya. Percayalah sebaik apa pun kerja dan karya Anda tetap saja ada feedback negatif. Dan beberapa feedback negatif tersebut teramat mungkin muncul dari para negative thinking dan orang-orang egois. Jadi, selamat berkarya, berkreatif, dan teruslah berjalan.

Author:

Suka menulis dan membaca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s