Posted in puisi, sastra

Pada Akhirnya Kita Bertemu Pada Kanvas yang Sama

Aku rindu senyumnya
Yang melumerkan lara dari genggaman

Aku rindu tawanya
Yang menotasikan partitur keceriaan ke kabut jiwa

Aku rindu perbincangan tanpa plot kami
Bicara ngalor-ngidul
Dan lalu kita tertawa di satu garis horizon yang sama

Aku rindu pada seruput kecerdasannya
Lalu aku bertanya rupa-rupa

Tak Lagi Sama

Aku rindu keisengannya
Dan kita saling “mem-bully” dengan berbagai cara

Aku rindu berdampingan dengannya
Tanpa kata
Asyik dengan lamunan dan kesibukan masing-masing

Aku rindu melihat kanvas kehidupanmu
Di sisi yang lain, aku bercerita tentang kanvas kehidupanku
Ataupun melihat kanvas yang satu dari perspektif kita masing-masing

Setelah mengarungi titian waktu,
Kugenggam tanganmu
Kurasakan detak jantung kehidupan
Kita berdampingan di satu garis horizon yang sama

Di depan kanvas,
Senyum kita bergenggaman
Pada akhirnya kita bertemu pada kanvas yang sama

^Puisi ini terinspirasi dari plot video clip ‘Tak Lagi Sama’ oleh NOAH

Author:

Suka menulis dan membaca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s