Posted in Essai, Politik

Dahlan Iskan dan Logika Akal Sehat

Dahlan Iskan dipuji dan dicibir. Sosoknya oleh beberapa kalangan mampu untuk mendobrak kebekuan di birokrat serta memberikan kesegaran dan bukti kerja nyata. Oleh beberapa kalangan lainnya ia dianggap melabrak berbagai aturan dan melakukan pencitraan politik. Ibarat apa yang dikatakan oleh Isaac Newton, “…and to every action there is always an equal and opposite or contrary, reaction…”.

Apa yang dilakukan Dahlan Iskan merupakan sebuah aksi nyata sehingga menimbulkan reaksi yang multiragam. Berbagai tindakannya yang tercatat wara wiri di media seperti naik ojek ke istana, meracik sendiri makanan di kios soto, pintu tol dan penggratisan 100 mobil, penjualan kartu e toll, menginap di rumah warga miskin.

Dahlan Iskan kini merupakan salah satu kontestan dari Konvensi Partai Demokrat. Konvensi Demokrat ini nantinya akan mengusung calon presiden yang diajukan oleh partai berlambang mercy ini. Dahlan Iskan sendiri memandang tentang kemungkinan menjadi Presiden pada pemilu 2014, bahwa untuk menjadi Presiden Indonesia lebih banyak kuasa takdir Allah Swt. dibandingkan dengan usaha manusia.

Ide Konvensi Demokrat tentu saja merupakan angin segar bagi dunia politik Indonesia. Partai politik di Indonesia lazimnya akan memajukan ketua umumnya sebagai calon presiden. Namun dengan adanya Konvensi Demokrat maka membuka peluang bagi putra-putri terbaik bangsa untuk maju sebagai RI-1 melalui kendaraan Partai Demokrat.

Konvensi Demokrat sendiri merupakan ranah kompetisi yang terbuka baik bagi kader internal Partai Demokrat maupun sosok-sosok yang berasal dari non-kader Partai Demokrat. Dari 11 nama yang bersaing dalam Konvensi Demokrat terdapat empat kader Partai Demokrat, dan tujuh dari luar (non-kader Partai Demokrat).

Dahlan Iskan dalam hal ini tidak mengetuk dan menggedor-gedor pintu dari partai politik agar mau mencalonkan dirinya sebagai calon presiden pada pemilu 2014. Dahlan Iskan merupakan sosok yang diundang oleh Susilo Bambang Yudhoyono selaku Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat agar mengikuti Konvensi Demokrat.

Dahlan Iskan yang juga merupakan Menteri Badan Usaha Milik Negara telah bertekad untuk tidak berkampanye pada hari kerja. Baginya kampanye yang terbaik adalah melalui kinerja. Sejalan dengan teori marketing bahwa diperkenalkan sebagai apa pun namun kalau kinerjanya tidak baik akan tidak mendapatkan respons positif dari pasar. Sedangkan apabila memiliki kinerja yang brilian, positif, maka akan mudah, menarik bagi pasar. Begitulah kira-kira analogi terkait kampanye dengan teori marketing.

Terkait dengan berbagai tindakannya yang oleh beberapa kalangan dicap nyeleneh dan koboi, Dahlan Iskan menanggapinya sebagai memenangkan akal sehat. Pria yang sempat menjabat sebagai Direktur Utama PLN ini tidak ingin bangsa Indonesia terbunuh akal sehatnya. Contoh kasusnya ialah dalam logika berpikir jalan tol. Logikanya orang ingin masuk jalan tol agar perjalanannya cepat. Namun kenyataannya di sejumlah ruas jalan tol terjadi kemacetan. Hal tersebut dapat melumpuhkan akal sehat, dikarenakan menjadi terbiasa dan sudah lazim bahwa di jalan tol itu macet. Hal inilah kiranya yang ingin digaungkan oleh Dahlan Iskan untuk tidak membinasakan akal sehat dan kembali pada jalur akal sehat. Oleh karena itu pada pembukaan pintu tol di dekat Semanggi menuju Slipi serta penggratisan bagi 100 mobil yang lewat dapat dilihat dalam kerangka berpikir tersebut (memenangkan akal sehat).

Menurut Dahlan Iskan kemacetan yang terjadi di jalan tol tersebut terjadi pada interval waktu 6-9 pagi, namun pada hari tersebut justru satu loket pintu tol masih tertutup. Sehingga Dahlan pun langsung melakukan tindakan nyata di lapangan. Relasi Dahlan Iskan dengan Jasa Marga sementara itu di lain kesempatan memesra dengan turun langsungnya Dahlan Iskan menjual e toll card. Dengan penjualan e toll card diharapkan arus kendaraan di jalan tol dapat lebih cepat flow-nya.

Dahlan Iskan yang kini berusia lebih dari enam dekade memang memberikan perspektif “kerja! kerja! kerja!” di setiap ranah pengabdiannya. Itulah kiranya yang membuat sosok ini memiliki distingsi dengan para kandidat di Konvensi Demokrat lainnya. Citra yang dibangunnya disusun dari peluh keringat kinerja yang dilakoninya, bukan melalui pupur bedak dari teori poles sana-sini dari tim marketing politik. Bekerja Demi Indonesia merupakan slogan yang diusungnya untuk membawa negeri ini ke arah yang lebih baik lagi di masa mendatang.

Author:

Suka menulis dan membaca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s