Posted in Essai, Politik

Fashion Statement Ala Dahlan Iskan

Pakaian yang dikenakan ternyata bukan hanya cangkang. Pakaian dapat menjadi simbol bagi sesuatu yang lebih besar. Pakaian dapat menjadi simbol dari sebuah misi. Pakaian dapat menjadi unsur ekstrinsik dari sebuah konsep. Dalam helaan kontemporer, kita mendapatkan fashion statement macam begini dari Dahlan Iskan. Menteri BUMN yang sempat melalui cangkok hati ini terkenal dengan sepatu ketsnya. Tampilan luar dari Dahlan Iskan ini bukan sekadar asal beda. Tampilan tersebut merupakan sebuah kontinuitas dari basis pekerjaannya dahulu sebagai wartawan.

Dahlan Iskan yang memiliki latar belakang sebagai wartawan dan pengusaha dunia media ini dengan fashion statement-nya seakan ingin menggugat segala basa basi fashion para pejabat. Dimana banyak pejabat yang justru menghambur-hamburkan uang negara untuk pakaian dinasnya. Dimana banyak pejabat negara yang berbusana rapi, namun kinerjanya 0 besar, bahkan menjadi pewaris tata nilai korupsi.

Dahlan memilih sepatu kets sebagai penanda bahwa ada kontinuitas nilai yang dipegangnya semenjak dulu hingga sekarang. Dia tidak ingin menjadi mentang-mentang pejabat lalu berubah secara penampilan dan pemikiran. Dahlan Iskan dengan menggunakan sepatu ketsnya memungkinkannya untuk bekerja lebih lincah dan tidak takut kotor untuk blusukan ke berbagai daerah.

Bekerja lincah dan tidak takut kotor ini ditunjukkannya ketika menjabat sebagai Dirut PLN. Beliau meninjau langsung kinerja anak buahnya secara langsung di lapangan. Sebagai Menteri BUMN pun langkah turun langsung dan mengenyahkan rantai birokratis yang panjang dan bertele-tele akan dilakukan oleh Dahlan Iskan. Dengan terjun langsung, maka kendala dan permasalahan akan benar-benar menemui titik pangkalnya. Dahlan rupanya bukan pimpinan yang sekadar asyik di belakang meja berpendingin ruangan, sembari membaca laporan dari bawahannya. Laporan yang bisa jadi telah mengalami distorsi informasi, menabur bedak disana sini, laporan yang berintikan asal bapak senang.

Tentu saja apa yang dilakukan oleh Dahlan Iskan merupakan angin segar bagi ranah eksekutif di negeri ini. Ketika pejabat, para legislator sibuk dengan segala gelimang dunia di sana sini. Nyatanya masih ada sosok pejabat negara yang simple. Tidak memerlukan rantai birokrasi yang luar biasa panjangnya hingga membuat hulu permasalahan menjadi kabur dan melenyap esensinya. Lembaga negara yang selama ini sekadar tambun, lamban bergerak, tidak lincah, dengan fashion statement melalui sepatu ketsnya Dahlan Iskan ingin merubah segala label sumir tersebut.

Melalui sepatu, buhul ingatan seorang Dahlan Iskan bertaut. Dahulu kala beliau harus menempuh jalur menuju sekolah dengan berjalan kaki tanpa sepatu berkilo-kilometer. Jalan berbatu dan jauhnya perjalanan merupakan “santapan sehari-hari” bagi sosok pemilik Jawa Pos Group ini.

Dahlan Iskan melalui fashion statement-nya menunjukkan kemandirian bangsa. Apabila kita ingat apa yang diajarkan oleh Mahatma Gandhi dengan istilah Swadeshi (bangga menggunakan produk bangsa sendiri). Dahlan Iskan pun memperkenalkan sepatu ketsnya yang bermerek DI. DI sendiri merupakan kepanjangan dari Demi Indonesia.

Harus diakui bahwa ekonomi Indonesia yang tumbuh dalam kisaran 6%, namun selalu tumbuh gejolak. Apa pasal? Ternyata hal tersebut dikarenakan impor kita terlalu besar. Hal tersebut tercermin dari neraca perdagangan yang terus menerus menunjukkan angka defisit. Impor menjadi lebih gampang ketimbang mengurus pabrik, mengurus buruh. Alhasil tipikal bangsa ini menjadi negara yang gemar mengimpor dan enggan untuk menghasilkan, memproduksi, dan bekerja.

Pada akhirnya fashion ternyata bukan hanya cangkang. Fashion dapat menjadi pewarta bagi misi. Seperti yang ditunjukkan oleh Dahlan Iskan melalui fashion statement-nya yang memungkinkan dirinya untuk lincah bergerak mendengarkan aspirasi dan menyelesaikan buhul masalah. Disamping itu juga menggelorakan semangat untuk “kerja! kerja! kerja!” dengan menghasilkan produk dari dalam negeri seperti terefleksikan melalui fashion statement dari seorang Dahlan Iskan.

Author:

Suka menulis dan membaca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s