Posted in Essai, Politik

Gita dimana-mana

Gita Wirjawan peserta Konvensi Demokrat merupakan sosok yang disorot terkait dengan “iklan kampanye dirinya”. “Gita hadir” di sandaran jok kereta api, di pinggiran tol. Gita hadir sebagai bagian dari promosi Kementerian Perdagangan dengan tema besar bangga menggunakan produk bangsa sendiri.

Apa kiranya argumen dari Gita Wirjawan perihal fotonya yang bertebaran dimana-mana? Gita menyatakan bahwa itu merupakan bagian dari promosi Kementerian Perdagangan untuk mengkampanyekan cinta Indonesia. Dari sisi anggaran, Gita berani menjamin bahwa pada tahun-tahun sebelumnya pun telah ada anggaran untuk kampanye cinta pada produk Indonesia. Jadi bukan ujug-ujug dikarenakan Gita Wirjawan ingin berkontestasi dalam Konvensi Demokrat ataupun dirinya ingin menjadi RI-1 lalu Kementerian Perdagangan menjadi kuda troya untuk memuluskan rencana tersebut.

Proses Gita Wirjawan menjadi model dalam kampanye cinta produk Indonesia berawal dari “dapur” focus group discussion yang dilakukan di Kementerian Perdagangan. Hal ini dengan melihat fakta bahwa importasi telah terjadi secara besar-besaran. Akibatnya neraca perdagangan Indonesia berkali-kali mengalami defisit. Sosok Gita dipilih karena dirinya sendiri merupakan orang yang bangga dan menggunakan produk-produk dalam negeri.

Author:

Suka menulis dan membaca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s