Posted in Essai, Politik

Multidimensi Gita Wirjawan

Gita Irawan Wirjawan begitulah nama lengkap dari sosok muda nan tampan peserta Konvensi Demokrat ini. Muda, tampan, cerdas, begitulah kiranya diksi yang melekat pada sosok kelahiran Jakarta, 21 September 1965 ini. Gita merupakan putra dari pasangan Wirjawan Djojosoegito dan Paula Warokka Wirjawan. Sebelum berkiprah di pemerintahan, ia berkiprah sebagai pengusaha yang sukses.

Kecerdasan dari Gita Wirjawan dapat dilihat dari track record pendidikan yang ditempuhnya. Ia menempuh pendidikan S-1 di University of Texas Amerika Serikat. Kemudian kuliah S-2 ditempuh di Baylor University dengan mengambil jurusan administrasi bisnis. Selesai menempuh kuliah S-2 ia bekerja di Citibank. Pada tahun 1999, Gita mengambil kuliah S-2 di jurusan public administration di Harvard University.

Selesai kuliah di Harvard University ia bekerja di Goldman Sachs Singapura. Gita bekerja di sana hingga tahun 2004. Pada tahun 2005 ia pindah ke ST Telekomunikasi sampai tahun 2006 masih di negeri yang pernah menjadi jajahan Inggris tersebut. Gita kemudian bekerja di JP Morgan Indonesia dengan jabatan sebagai Direktur Utama (2006-2008).

Gita kemudian mundur dari JP Morgan pada April 2008 dan mendirikan Ancora Capital. Perusahaan ini berfokus pada investasi di sektor energi dan sumber daya alam. Gita merupakan sosok yang tidak terninabobokan dalam comfort zone. Terbukti kalkulasi dan instingnya bekerja untuk membawanya ke destinasi pengabdian baru.

Latar belakang Gita keluar dari JP Morgan merupakan ekses dari krisis finansial yang melanda AS pada tahun 2007. Ia telah mengkalkulasi bahwa krisis yang menimpa negeri super power tersebut akan merembet kemana-mana. Voila, benar saja hal tersebut dapat dilihat dari penutupan sejumlah perusahaan besar dan telah memiliki nama dari Amerika Serikat.

Ancora Capital yang didirikannya ternyata lincah mengambil peluang di tengah krisis keuangan global waktu itu. Ancora Capital membeli saham-saham perusahaan yang ia perkirakan akan rugi karena krisis keuangan global itu. Dengan sigap Ancora Capital mengambil alih sebagian saham PT Apexindo Pratama Duta Tbk, PT Bumi Resources Tbk, PT Multi Nitrat Kimia.

Kecemerlangan Gita sebagai pengusaha terpantau dalam radar SBY. Terbukti pada 11 November 2009 ia dipilih untuk menjadi Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Tugas Gita tidak mudah. Ia harus membenahi permasalahan-permasalahan investasi yang ada di Indonesia serta meningkatkan investasi di negeri ini.

Reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu II membawa Gita Wirjawan pada posisi baru sebagai Menteri Perdagangan menggantikan Mari Elka Pangestu. Sementara Mari Elka Pangestu menempati posisi sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Gita Wirjawan melengkapi “wajahnya” dengan kiprahnya di ranah golf dan bulutangkis. Kecintaannya pada golf dia tunjukkan dengan mendirikan sekolah Ancora Golf untuk mencari bibit pegolf muda dari Indonesia. Para pegolf muda ini untuk kemudian ditempa dalam latihan intensif guna dipersiapkan mewakili Indonesia dalam kompetisi internasional.

Bulutangkis merupakan salah satu olahraga primadona di Indonesia. Kita mengingat masa keemasan bulutangkis Indonesia di pentas dunia pada masa-masa terdahulu. Pada tahun 1990-an, Indonesia merajai bulutangkis dunia dengan merebut sejumlah trofi. Mulai dari medali emas olimpiade (Alan Budikusuma, Susi Susanti, Ricky/Rexy), meraih piala Thomas dan Uber, serta sejumlah gelar di turnamen bergengsi seperti All England.

Namun kegemilangan Indonesia di bulutangkis seperti memudar di dekade berikutnya. Salah satu sinyalemen kuatnya ialah kegagalan merebut medali emas pada Olimpiade 2012. Belum lagi di sejumlah turnamen, putra-putri Indonesia gagal menjadi numero uno dalam persaingan. Pada tanggal 14 Desember 2012 Gita resmi menjabat sebagai Ketua PBSI periode 2012-2016. Dalam susunan kepengurusan yang dibentuknya ia merekrut sejumlah sosok legendaris yang telah mengharumkan bangsa. Susi Susanti sebagai Staf Ahli Pembinaan dan Prestasi, Rexy Mainaky sebagai Kabid Pembinaan dan Prestasi.

Tangan dingin kepemimpinan Gita di pucuk organisasi bulu tepok ini membuahkan hasil. Pada Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2013 Indonesia merebut dua gelar yakni Ganda Putra melalui Ahsan/Hendra Setiawan dan Ganda Campuran melalui Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Indonesia mampu mensejajarkan diri secara kuantitatif gelar dengan China yang sebelumnya begitu superior di multisektor.

Begitulah kiranya hikayat singkat dari sosok Gita Wirjawan. Keaktifannya di ragam ranah ini tentu akan membantunya untuk turut bersaing dalam Konvensi Demokrat untuk menjadi calon presiden dari partai berlambang mercy ini.

Author:

Suka menulis dan membaca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s