Posted in Essai, Politik

Novel, Iklan, Sinetron, Film

Dahlan Iskan memang memiliki magnet pesona yang luas bagi publik. Hal tersebut tercermin melalui ragam medium yang mengkristalkan kehadiran dari seorang Dahlan Iskan. Beragam buku diterbitkan terkait dengan Dahlan Iskan, mulai dari inspirasinya dalam menghadapi transplantasi hati, biografi, manajemen kepemimpinan, dan lain-lain. Dahlan Iskan juga hadir dalam trilogi novel yang terinspirasi dari kehidupan Dahlan Iskan. Trilogi novel itu yakni Sepatu Dahlan, Surat Dahlan, Kursi Dahlan.

Beranjak dari novel Sepatu Dahlan ini rencananya akan dibuat film layar lebar yang rencananya akan tayang pada Februari 2014. Hal ini tentu akan menambah kekayaan khazanah dari film Indonesia. Sebelumnya telah terdapat film Habibie & Ainun, Jokowi, yang menceritakan mengenai sisi lain dari tokoh yang berkecimpung di politik Indonesia. Pun begitu dengan film Sepatu Dahlan akan memberikan inspirasi mengenai perjuangan hidup dan keberanian untuk bermimpi.

Kiprah Dahlan Iskan di ragam medium juga akan ditemui dalam format sinetron. Dahlan Iskan akan tampil dalam sinetron 3 semprul mengejar surga. Bagi Dahlan Iskan syuting sinetron yang dilakoninya lebih merupakan hiburan bagi dirinya dan untuk mencicipi pengalaman baru serta berbeda. Syuting sinetron yang dilakukannya bukan berarti menafikan tugas kenegaraan. Dikarenakan dilakukan pada hari Sabtu.

Apakah kehadiran Dahlan Iskan dalam sinetron ini dianggap sebagai strategi untuk mengkatrol elektabilitasnya? Asumsi tersebut wajar adanya dikarenakan masifnya masyarakat Indonesia menjadikan televisi sebagai hiburan. Daya jangkau televisi begitu luas dan menyentuh ke jutaan masyarakat Indonesia. Dahlan Iskan menanggapinya dengan santai. Baginya bermain sinetron lebih sebagai hiburan bagi dirinya dan untuk menjajal pengalaman baru nan berbeda. Ia tidak menampik bahwa ada beberapa suara yang menarasikan, kok capres main sinetron? Malahan dapat berefek buruk bagi pencitraan – begitulah kiranya pendapat beberapa kalangan.

Dahlan Iskan juga hadir sebagai bintang iklan produk minuman pencegah masuk angin. Memang jika mencermati penentuan pemenang Konvensi Demokrat maka elektabilitas merupakan hal yang terutama. Pemenang konvensi akan ditentukan selambat-lambatnya Mei 2014 setelah pemilihan legislatif dan sebelum pemilihan presiden. Pemenang konvensi didasarkan hasil survei, dan bukan ditentukan oleh kader Partai Demokrat semata. Misalnya melalui voting DPP, DPD, DPC Partai Demokrat.

Pada hakikatnya rakyat dilibatkan. Survei setidak-tidaknya dilakukan dua kali oleh tiga lembaga survei yang independen dan kredibel. Hasil survei akan diumumkan ke publik secara transparan oleh panitia konvensi.

Dahlan Iskan yang merupakan pemilik dari Jawa Pos Group tidak serta merta menggunakan jaringan yang dimilikinya untuk melesatkan elektabilitas dirinya. Dahlan malah menyentil pemilik media yang melakukan “serangan udara” terhadap rakyat dengan menggunakan corong media miliknya.

Bagi Dahlan Iskan media yang digunakan sebagai corong pemilik media tidak akan laku. Dahlan Iskan berpesan agar gugus media yang dimilikinya yakni Jawa Pos Group untuk tidak mengorbankan idealisme, kepentingan publik untuk kepentingan jangka pendek. Baginya jabatan presiden hanya 5 tahun, sementara Jawa Pos untuk seumur hidup.

Novel, iklan, sinetron, film merupakan berbagai ranah yang dimasuki oleh seorang Dahlan Iskan. Bagi beberapa kalangan yang sinis terhadap Menteri BUMN ini maka itu merupakan manuver Dahlan Iskan untuk mengerek elektabilitasnya di masyarakat. Tentu saja di alam demokrasi ini berbagai ragam pendapat sah-sah saja. Namun bagi seorang Dahlan Iskan segala marketing akan tersia-siakan manakala produk yang dijual tidak bagus. Marketing terbaik adalah dengan menunjukkan kinerja terbaik. Dengan begitu maka membawa negeri ini pada konsep meritokrasi. Dan seorang Dahlan Iskan dengan mottonya kerja! kerja! kerja! demi Indonesia akan terus memberi arti bagi negeri ini.

Author:

Suka menulis dan membaca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s