Posted in Essai, Politik

Tiga Alasan Ekonomi Harus Tetap Tumbuh di Atas 6,3%

Indonesia merupakan negara dengan tingkat pertumbuhan ekonomi terbesar kedua di dunia. Indonesia hanya dikalahkan oleh negeri tirai bambu: China dalam persentase pertumbuhan ekonomi. Bagi seorang Dahlan Iskan terdapat tiga alasan mengapa ekonomi Indonesia harus tetap tumbuh di atas 6,3%.

Alasan pertama, Indonesia memiliki rakyat yang sangat miskin berjumlah 30 juta orang. Sedangkan rakyat yang hampir miskin berjumlah 60 juta orang. Sehingga jika diakumulasi akan bertemu dengan angka 90 juta orang. Besarnya angka rakyat miskin ini tentu merupakan PR besar bagi pemerintah untuk mengatasinya. Kerawanan sosial, kerawanan angka statistik ini tidak bisa diselesaikan dengan sekadar pidato, orasi, ataupun agitasi. Sengkarut menumpuknya angka kemiskinan ini hanya dapat diselesaikan dengan “kerja! kerja! kerja!”. Dengan bekerja keras untuk menjaga pertumbuhan ekonomi di atas 6,3% serta rentang pemerataan distribusi pendapatan yang meluas maka akan terkikislah angka kemiskinan absolut di negeri ini.

Alasan kedua, Indonesia merupakan negara besar yang harus bisa mengejar ketertinggalan ekonomi dengan negara lainnya. Menurut Dahlan Iskan apabila tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia selama 5 tahun berturut-turut berada pada kisaran 6,3% maka kita bisa mengalahkan perekonomian Meksiko dan Spanyol. Apabila angka pertumbuhan ekonomi terjaga di atas 6,3% maka Indonesia bisa menjadi negara nomor 9 terbesar di dunia dari sisi perekonomian.

Alasan ketiga, Indonesia sebenarnya bisa mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi di atas 6,3%. Tinggal pertanyaannya kita mau atau tidak mau. Tingkat pertumbuhan ekonomi di atas 6,3% akan tercapai manakala pemerintah, DPR, yudikatif bahu membahu bersatu untuk memajukan negeri ini. Check and balances bukan dalam semangat menjatuhkan, tapi memajukan negeri. Di samping itu harus terjadi transformasi mental masyarakat. Indonesia yang di akhir pemerintahan Soeharto sebenarnya hampir menjadi negara industri. Namun mega krisis meluluhlantahkan segala fundamen perekonomian. Hal tersebut menyebabkan negeri ini menjadi bangsa pedagang dan lebih doyan melakukan impor. Dalam tahun-tahun mendatang ini harus dirubah. Mengubah kembali masyarakat pedagang untuk menjadi masyarakat industri yang menghasilkan. Kuncinya adalah “kerja! kerja! kerja!” demi Indonesia.

Author:

Suka menulis dan membaca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s