Posted in Buku, Essai, Fiksi Fantasi, Sosial Budaya

Melakukan Hal Spontan

Permasalahan dari seorang pemikir adalah terlalu banyak berpikir. Saya teringat dengan seorang senior di kampus. Dalam lingkup organisasi dia adalah seorang penanggung jawab. Lalu dalam perjalanan waktu, saya pun menemui orang-orang macam senior saya di kampus adalah yang kerap memperrumit suatu pekerjaan. Ketika dulu bergerak di lingkup kampus maka analisa SWOT, data-data analisa dibuat dengan rigid, kaku, dan membosankan. Alhasil belum juga dikerjakan sudah jeri untuk bertindak.

Saya cukup beruntung mendapatkan senior lainnya yang lebih fokus pada activity-activity. Jadi yang dipikirkan adalah kegiatan dan sejumlah karya. Jika mendapatkan ide spontan ataupun menyikapi isu kontemporer maka kami pun bergerak. Alhasil kami menjadi tim yang selalu sibuk untuk berkarya, berkreativitas, dan aktif melakukan kegiatan macam-macam.

Kuncinya adalah pada kata: spontanitas. Jika Anda membaca buku ‘Sila ke-6: Kreatif Sampai Mati’ karangan Wahyu Aditya maka ‘Lakukan Hal Spontan’ berada pada butir 4. Dalam buku tersebut diambil sampel bagaimana Wahyu Aditya dengan spontanitas membuat logo ‘free prita!’ Logo itu untuk kemudian berdiaspora hingga menjadi logo resmi untuk gerakan dukungan bagi Prita Mulyasari. Logo spontan itu digunakan untuk kampanye melalui T-shirt, stiker, box penggalangan dana, banner, backdrop press conference, hingga poster konser amal (Wahyu Aditya, Sila ke-6: Kreatif Sampai Mati, hlm. 66).

free prita

Sampel lainnya adalah ketika Wahyu Aditya mendesai cover laptop limited edition untuk Lenovo yang bekerja sama dengan Coca Cola. Berikut saya kutipkan dari buku ‘Sila ke-6: Kreatif Sampai Mati’:

Ternyata proses pembuatan desain yang saya buat tidak membutuhkan waktu yang lama. Tidak dalam hitungan minggu, cukup dalam satu hari saja. Menurut saya ini semua karena kekuatan spontan. Rasanya kita seperti kena kilatan petir yang berisi ide dan energi, nah tugas kita adalah meresponsnya dengan cepat. Jangan ditunda. Ingat…jangan ditunda!

Menurut saya, kilatan petir yang bernama spontan itu muncul karena kombinasi antara mood kita yang bagus ditambah dengan sesuatu yang menggerakkan kita, entah itu inspirasi atau sebuah peristiwa yang spesial.

Kita seperti seorang pelukis yang diberi kanvas kosong lalu tangan ini seolah mengalir menggoreskan warna demi warna hingga menjadi karya yang tidak diduga.

Dalam hal ini, kita bertemu pada kata kunci: ‘jangan ditunda’. Ide-ide spontan yang kreatif dan baik hendaknya dieksekusi. Tangkap dan ejawantahkan ide itu hingga benar-benar menjadi nyata. Mengapa demikian? Karena seiring waktu, ide spontan itu jika tiada dieksekusi dapat membusuk, terbengkalai, tidak dikerjakan. Maka mumpung ‘petir’-nya (meminjam istilah Wahyu Aditya) sedang didapat maka kerjakanlah dengan segera.

Ada kegembiraan, gairah, semangat, ketika ide spontan itu segera dieksekusi dalam ranah kenyataan. Di sisi yang lain Anda juga menjadi seorang yang beraksi, mengeksekusi, aktif bertindak. Bukan sekadar berwacana, berangan kosong.

Saya teringat dengan perkataan WS Rendra bahwa perjuangan adalah pelaksanaan kata-kata. Maka segala ide yang terlintas spontan itu bisa jadi menjadi “kata-kata yang menjadi layu”, jika tiada segera dikerjakan. Maka perjuangkanlah “kata-kata”, eksekusi ide kreatif yang bersifat spontan. Rasakan gairah hidup yang sesungguhnya. Selamat mengeksekusi.

{fin}

Kalfa (Kaldera Fantasi) merupakan komunitas dengan titik fokus pada fiksi fantasi. Ada beberapa distrik yang kami coba jelajahi yakni: Buku-Film-Games-Japan/Anime-Komik.

Hadir juga di http://www.facebook.com/groups/kalfa

Author:

Suka menulis dan membaca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s