Posted in Aku, Essai

Hujan dan Sejumlah Kisah

Hujan memang memiliki sejumlah kisah. Adalah seorang anak kecil yang menikmati nuansa hujan bersama bapaknya. Di beranda rumah mereka duduk berdampingan. Saling menghitung taksi jagoan masing-masing yang melintas. Diselingi dengan sejuk aroma tanah, kedamaian bersama udara, cinta yang menguar di udara.

Hujan memang memiliki sejumlah kisah. Muda-mudi yang menembus hujan. Sesekali mereka berteduh dikarenakan intensitas hujan yang menghebat. Ini adalah kisah perjalanan. Ini adalah kisah keteguhan hati. Maka ketika di tempat acara mereka pun kuyup lepek. Namun mereka adalah dua orang muda yang memiliki kecuekan dan kegilaan tersendiri. Mereka pun mengikuti acara yang telah mereka tekadkan itu. Lihatlah mereka yang bertukar senyum.

Hujan memang memiliki sejumlah kisah. Ketika anak-anak polos itu bermain bola dengan semangat spartan. Lepas betul tawa mereka. Mengejar bola, berlari, melepaskan umpan. Mereka seakan menari di bawah guyuran hujan. Kemerdekaan ala anak kecil. Dengan bola sepaknya mereka terbebaskan dari nusia dunia.

Hujan memang memiliki sejumlah kisah. Ketika yang lain menyurut berteduh, ada seseorang yang memang pantang surut. Diterobosnya hujan. Kuyup sekujur badan merupakan bagian dari perjuangan perjalanan. Yang jelas dia bukanlah orang yang mudah dipatahkan tekadnya. Sekali layar terkembang, pantang surut ke tepian.

Hujan memang memiliki sejumlah kisah. Saat perbincangan melalui telepon. Hujan adalah latar belakangnya. Mereka berbincang tanpa plot. Tentang rupa-rupa. Tentang boneka yang kebasahan, tentang air terjun di dinding, tentang eksodus sementara ke dekat ruang menonton tv. Hujan memberikan mereka amunisi, bahan untuk berbincang.

Hujan memang memiliki sejumlah kisah. Di suatu pagi, selepas hujan sekilasan, pesan itu berpijar. Dalam langkah yang masih terkantuk, ia membuka jendela untuk melihat keadaan. Tak lama kemudian, ia membuka pintu. Ia seakan menemui mimpi yang menjadi nyata. Sesosok keindahan menyapanya di pagi itu. Mereka pun berbincang rupa-rupa. Hingga hujan kembali menyergap. Mereka menemukan kedamaian dan gelora dalam perbincangan itu. Alangkah indahnya kehidupan. Alangkah indahnya rasa yang memanggil gravitasi.

Hujan memang memiliki sejumlah kisah. Yang disulam, dibentuk karena nuansa.

Author:

Suka menulis dan membaca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s