Posted in Essai, Komik, Politik, Resensi Buku

Akom: The Koboy Senayan

Judul Buku: The Koboy Senayan
Ilustrator: Alga Indria
Penerbit: Rakyat Merdeka Books
Cetakan: I-2014
Tebal: 147 halaman

Kali ini, sang Koboy Ade Komarudin (Akom) memperlihatkan “kecerdasannya” dengan menggelitik sesama rekannya koboy-koboy Senayan. Di saat banyak anggota parlemen dan caleg-caleg mempopulerkan diri dengan menulis buku-buku biografi serius, Akom justru cerdik menampilkan sosok dirinya dengan meluncurkan komik biografi.

Hal tersebut merupakan salah satu trik Akom untuk lebih dekat dengan rakyat. Akom boleh-boleh saja dijuluki sebagai “The Koboy Senayan”, tapi Akom tetap rakyat biasa yang harus dekat dengan rakyat. Rakyat biasa di pelosok mungkin akan lebih gampang mencerna bacaan-bacaan ringan semacam ini. Tampilan komik juga memungkinkan pembaca lintas generasi untuk mengetahui perjalanan karier dan kiprah dari sosok kelahiran 20 Mei 1965 ini.

Koboy Senayan

Mengapa bahasa gambar (komik) efektif sebagai media komunikasi dan transmisi ide? Secara keilmuan hal tersebut dapat dijelaskan karena gambar mampu mengkombinasikan kemampuan otak kiri dan otak kanan. Otak kiri sendiri berintikan pada logika, matematika, linearity, bahasa, sequence, analisis. Sedangkan otak kanan berintikan pada rhythm, kreativitas, imajinasi, dimensi, warna, holism. Hebatnya dari gambar, termasuk komik ialah mampu mengakses keunggulan di otak kanan dan kiri sehingga berbuah pada pemahaman yang lebih cepat dan mendalam.

Komik biografi Akom ini disajikan secara timeline. Bagaimana fragmen-fragmen penting dari kehidupan Ade Komarudin dihadirkan secara ringkas dan apik. Akom kecil yang hidup di kampung, diasuh oleh orang tua dan sang uyut. Orang tua dan uyut Akom menjadi pembentuk karakter Akom. Masa kecilnya dihabiskan untuk membantu orang tua menggembala hewan ternak, sebagai bentuk baktinya kepada orang tua.

Akom kecil merupakan anak yang gemar bermain di sawah. Ia memiliki hobi menangkap belalang. Di samping itu Akom kecil sangat sayang dan akrab dengan binatang yang diternak oleh orang tuanya.

Koboy Senayan

Dari sisi spiritual, Akom kecil rajin shalat malam serta melakukan puasa Senin-Kamis, maupun puasa Wedalan (puasa berdasarkan hari lahir). Bekal spiritual ini merupakan cetakan dasar yang membantunya di kemudian hari sebagai benteng bagi dirinya dalam menghadapi godaan kekuasaan yang dapat menjerumuskan.

Akom dikenal sebagai anak yang menikmati hidup, ia selalu menjalani segala sesuatunya dengan ceria. Sejak kecil Akom tampil sebagai seorang anak memiliki jiwa kepemimpinan, ia aktif berkegiatan dan selalu terpilih menjadi pemimpin. Karena itu pada saat di SMP ia terpilih menjadi pelajar teladan di sekolahnya.

Pada masa remajanya Akom dikenal sebagai “Ade Politik” karena ia kerap berpidato tentang kondisi sosial politik Indonesia saat itu pada teman-temannya. Dan karena itulah Akom menghabiskan masa mudanya dalam kegiatan organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan.

Koboy Senayan

Ketika Akom duduk di bangku kuliah, padatnya tugas akademik di kampus tidak menyurutkan minat Akom untuk juga aktif di berbagai organisasi kemahasiswaan seperti: KAMAI (Keluarga Alumni Ponpes Al Ishlah Purwakarta), PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia), HMI (Himpunan Mahasiswa Islam).

Adapun karier Akom di ranah parlemen diantaranya dengan milestone berupa dirinya yang menjadi tokoh interpelasi pada tahun 2000. Hak interpelasi adalah hak DPR untuk meminta keterangan kepada pemerintah mengenai kebijakan pemerintah yang penting dan strategis serta berdampak luas pada kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Untuk kemudian setelah berhasil dengan hak interpelasi yang langsung memanggil presiden, ia turut menjadi sosok yang aktif dalam Pansus Buloggate dan Pansus Bruneigate.

Akom dikenal sebagai koboy Senayan, yaitu warga Senayan (anggota parlemen) yang kritis, berani, tegas, keras dan teguh pada pendiriannya dalam menanggapi kekisruhan-kekisruhan politik di Senayan.

Ade Komarudin yang akrab dipanggil Akom sangat beruntung bisa menjadi anggota parlemen tahun 1997. Ia langsung dapat menimba banyak pengalaman bernilai, saat di mana politik Indonesia benar-benar sedang bergejolak panas. Karena sepak terjangnya yang berani saat itu, maka beberapa tahun kemudian ia langsung mendapat dua “gelar kehormatan”. Didaulat sebagai “Koboy Senayan” pada tahun 2000 dan setahun berikutnya dipilih wartawan sebagai satu dari 10 anggota DPR terbaik saat itu. Inilah bukti Akom yang cerdas ternyata telah sungguh-sungguh menjadi koboy yang mumpuni di kancah politik Indonesia.

Author:

Suka menulis dan membaca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s