Posted in puisi, sastra

Boneka Tali

Kususun satu demi satu puzzle ini
Kucoba menerka kepingan yang hilang
Entah kemana
Ruang kosong yang terhampakan

Kau kutak katik rubik ini
Kau ubah warna emosi sesuka hati
Buatku bimbang mencerna kata
Buatku bertanya

Kau terbangkan layang harapanku
Tinggi membubung
Indah dari kejauhan mata melihat
Sekonyong-konyong kau sentak talinya
Layang-layang tumbang
Tersesat kelimbungan arah

Kau lemparkan bola bekel ke ketinggian
Lalu lihai tanganmu mengubah susunan biji bekel di darat
Aku adalah bola bekel itu
Kamu adalah susunan biji bekel di darat
Aku meninggi seakan terbang
Sebelum ditarik kejam gravitasi
Sebelum disadarkan ketukan akal sehat yang tersandera bisu

Kamu yang leluasa mengubah konstelasi jiwa
Leluasa memainkan perasaan
Menghadirkan luka
Atau menghadirkan senyum

Dan aku berjaga dalam petak umpet
Kuhitung angka pelan-pelan
Kupejamkan mata
Lalu ketika ku berbalik dan membuka mata ini
Dirimu hilang
Tanpa jejak
Tanpa pesan
Hanya sisakan remah-remah kenangan di jiwa

Dan kau jalankan bidak di papan catur
Kau kirim aku jauh ke jantung pertahanan musuh
Dan aku tersesat diantara hitam putih
Dan aku terjebak
Dan kau korbankan sembari senyum tipis terurai

Permainanmu itu aku
Yang kau senyumi juga merajuk
Permainanmu itu jiwaku
Yang kau kutak katik juga tinggi jatuhkan
Aku hanya berharap kau berubah
Tuturku dalam sunyi
Sembari kau mainkan boneka tali bernama: AKU

Author:

Suka menulis dan membaca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s