Posted in puisi, sastra

Cinta

Meski telah kupintal dalam ayunan puisi
Aku masih tiada mengerti
Meski telah kuhembuskan dalam novel romansa
Aku tetap bertanya
Cinta

Meski telah kutuangkan dalam lagu menyayat hati
Aku masih terbata
Meski telah kujelajahi distorsi perasaan
Aku masih termangu
Cinta

Walau kurangkum ensiklopedi kasih dalam lusinan malam
Selalu kudapati celah misterius dalam pengetahuanku
Walau kukontemplasi kebijaksanaan para filsuf
Aku masih lugu dalam definisi cinta
Cinta

Sekejap kata membagi menjadi atom-atom kecil
Keindahan di tekstur cinta tetap tiada terbaca utuh
Lika liku misteri di hari cerah tiada berawan
Teka-teki yang sudutkan hampa
Cinta

Meski pedang menikam kata itu berkali-kali
Kata itu tetap berhembus bersama udara,
Mengalir bersama angin,
Meresapi pori-pori tanah,
Menyentuh jiwa-jiwa hidup di taman keabadian

Author:

Suka menulis dan membaca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s