Posted in puisi, sastra

Delusi Senja

Kau tinggikan aku di saatku terjatuh
Kau angkat mukaku di saatku merapuh
Kau datang pada waktunya
Benarkah…?
Atau sekedar ilusi, delusi, fatamorgana cinta

Dan aku hanya boneka di sela waktu riangmu
Yang kau angkat lalu kau hempaskan
Dan aku hanya pion-pion kusam tanpa daya
Yang kau sesatkan lalu kau korbankan

Keparat sungguh skema anatomi cerita ini
Memabukkan dan melamunkan pada prolognya
Lalu satir, kelabu di akhirnya

Dalam kotak tak bernyawa kupu-kupu bersenyawa,
Berterbangan,
Indah memikat,
Namun terjerat,
Terkungkung dalam dinding empat sisi,
Seperti aku,
Seperti itu

Lepaskan saja aku
Biar aku merapuh sepi
Biar aku terluka sejadi-jadi
Menjejak nyata
Tiada menghirup delusi pagi

Author:

Suka menulis dan membaca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s