Posted in puisi, sastra

Fatwa Tak Bernyawa

Tatap mata ini untuk terakhir kalinya
Genggam tangan ini sebelum jari ini menepi
Rekam kuat-kuat senyum ini
Karena tubuhku tiada bertahan lama lagi

Bercerai raga ini
Memucat wajah ini
Tawa ini menjadi fatwa tak bernyawa

Nafas yang merintih
Dan waktu merapuh ditiup angin berdebu
Dan secepat kertas yang dilahap api yang lahap

Tiadalah mampu raga kita menyatu di bumi ini
Tercerai rasanya tak lama lagi
Tapi tidak cinta ini
Cinta ini jernih, suci, tulus adanya

Jiwa hanya dapat menyentuh jiwa
Tiada tidak
Cinta hanya dapat memagut cinta
Tahu benar kita
Kenangkan cinta ini
Hikayatkan dalam hidangan sastra terindah
Agar tinggi rendah kisah ini jadi pembelajaran
Buat esok dan lusa

Author:

Suka menulis dan membaca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s