Posted in puisi, sastra

Partikel Kematian

Aku berdiri diantara tumpukan mayat
Sangit kematian tercium di partikel udara

Arang dan abu penuhi sejauh mata memandang
Aku sendiri
Selamat namun mati di hati

Sepekat malam memekat
Kelabu duka beriring sunyi

Abu, api
Dan aku seorang diri

Puing cinta menyapu genangan darah
Malam itu, tekadku menggumpal
Pembalasan akan datang di saat terjagamu

Author:

Suka menulis dan membaca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s