Posted in puisi, sastra, Sejarah

Kenangan

Bangunan kuno sambut ekspedisi ini
Pikiran pun melayang
Jelajahi waktu jauhari
Kala kota ini memainkan lakon berbeda

Sungai-sungai mengalir bening membelah kota
Anak-anak kecil berenang bahagia menyambut senja
Kedai-kedai pendarkan aroma memikat
Cita rasa dalam sarapan pagi
Ataupun menikmati mentari terbenam

Kota ini tuturkan sejarah
Bagaimana etnis yang ada
Lika-likunya
Intrik dan intimidasinya
Desir bisikan rasis
Kematian yang merahkan seisi sungai
Darah yang mewaris dapat menentukan nasib kemanusiaan

Desir pasir membelai terik
Kapal-kapal pengangkut singgahi pelabuhan
Selepas mengarungi laut nan ganas
Jangkar melibas air
Di pesisir ini
Ragam bangsa masuki kota ini
Di sini kita belajar berbagi
Di sini kita belajar mengerti
Di sini para pelancong dari jauh sauhkan jiwa petualangannya
Tempat baru yang menjadi labuhan hati

Menara tinggi tuturkan titik nol kota ini
Tempat tertinggi di masa lampau
Pengawas hilir-mudik kapal
Lambang beragam cerita

Kota ini tuturkan cerita pelaut
Mereka yang arungi derasnya ombak
Pancaroba cuaca
Ancaman kematian di tengah samudera
Bercumbu dengan angin di laut lepas

Kota ini memaparkan perjuangan
Dari majelis-majelis ilmu
Risalah bukan sekadar teks-teks tanpa manifestasi
Risalah pergerakan yang hidupkan ruh-ruh untuk beranjak
Gelorakan semangat tuk tuntut keadilan

Bangunan antik di rimbun petualangan
Pilar-pilar angkuh menatap dari posisinya
Benteng di titik tertinggi
Garda depan pertahanan
Lingkaran sejarah yang terulang

Di stasiun itu
Pertemuan dan perpisahan bertumbukan
Rel-rel bisu dalam perjalanan waktu
Keramik warna-warni warnai konstelasi
Diantara keriuhan manusia
Terselip cerita insan manusia
Lorong di bawah kota
Saksi rebel
Jalan-jalan berkorelasi tanpa suara
Kegelapan berpenerangan obor
Jalan sunyi seolah tanpa ujung
Konflik selalu punya misterinya sendiri

Takzim di sore yang cerah
Menatap pucuk menara
Menara dengan atap langit biru berawan
Dari susunan batu dan pilar kota ini tegak
Dari cerita dan sejarah jalinan ini disulam
Sediakan jendela tuk menjenguk
Suram ceria perjalanan masa lampau

Author:

Suka menulis dan membaca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s