Posted in Politik, puisi, sastra

Kawula

Dan aku tertawa melihat mereka yang memuja tokohnya dengan berbagai cara

Bahkan mungkin ke lubang biawak pun mereka akan turut

kalfa a

Ah mungkin rakyat sudah terlampau lelah dengan sengkarut masalah keseharian

Lalu kawula titipkan harapan kepada para tokoh itu

Kawula harapkan mereka membenahi segala genangan derita

kalfa b

Tanpa diminta mereka menghantam siapa-siapa yang berani mengkritisi sang tokoh

Sang tokoh adalah kebenaran

Sang tokoh jelas berada di sisi putih

Begitu kiranya pemetaan dari kawula pecinta tokoh hingga ke ubun-ubun

chess

Mereka ternakkan ide-ide dari tokoh ke ruang publik

Mereka menjadi juru bicara cuma-cuma

imajinasi

Mungkin kawula itu lupa bahwa sang tokoh adalah manusia

Yang bisa salah

Yang bisa lupa

Yang bisa tergelincir menjadi pendosa

kompetisi

Hantam, hantam lagi

Sulut, sulut lagi

Tak penting obyektivitas

Tak penting tata kelola rasionalitas

Nalar disetel off

Kawula adalah perpanjangan lidah sang tokoh

Percaya?

Author:

Suka menulis dan membaca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s