Posted in Politik, puisi, sastra

Tuan dan Puan

Tuan dan puan yang merasa aristokrat

Yang memeras dan menindas sekitar untuk setumpuk tulang ayam yang bergeletakan di tempat sampah kalian

chess

Kalian merasa berada di level yang lebih istimewa dari orang kebanyakan

Mungkin mereka merasa kentut mereka lebih harum

Mungkin mereka merasa layak berada di puncak piramida pemangsa

kalfa b

Tuan dan puan yang bertelekan di permadani

Membeli barang-barang mewah untuk memenuhi sudut demi sudut

Tertawa keras-keras seolah menikmati dunia

Pernahkah kalian bertanya: derita orang-orang yang kalian gembosi sumber dayanya?

wayang

Tuan dan puan yang terlalu tambun untuk bergerak

Lalu kalian memiliki dayang-dayang untuk mengerjakan hal-hal kebutuhan kalian

Tangan kalian tiada cekatan, karena para dayang itu yang turun tangan membereskan segalanya

Keringat kalian jarang tertumpah, karena ada kipas-kipas yang menyamankan tidur siang kalian

 klakson

Tuan dan puan perampas kekayaan

Suatu putaran purnama kalian akan menuai badai

Raja dan ratu Perancis pernah mengalaminya

Para diktator pernah mengalaminya

Gelegak amarah yang menyanyikan pembalasan

Gelegak mereka yang tertindas dan menagih rekening penindasan

Author:

Suka menulis dan membaca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s