Posted in puisi, sastra

Dibuai Rindu

Dialamatkan rindu kepadanya

Untuk dia yang di sebrang lautan

Aku hanya dapat bertukar kata padanya

Memilinkan rindu yang bertakhta

Bukankah ini yang kadang kita butuhkan

Momen-momen keheningan

Bertanya pada diri sendiri

Berdialog dengan aku

Keterpisahan menyadarkan legitnya kebersamaan

Segala momen berwarna yang berputar

Titik-titik pelangi di arsitektur keseharian

Lalu, ketika cinta dipertanyakan

Tanyalah pada detak jantungku

Berapa banyak denyutku mengukirkan namamu

Author:

Suka menulis dan membaca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s