Posted in Aku, Essai, Maciyo

Ramadhan, Lebaran, Kesendirian, dan Kebersamaan

Mungkin Lebaran 1437 Hijriah adalah momentum Hari Raya paling sepi yang pernah saya alami. Sepanjang Ramadhan ini relatif saya benar-benar sendiri. Terutama ketika waktu sahur, kesendirian itu menyengat. Untungnya terdapat Piala Eropa 2016 yang membantu dan memotivasi saya untuk bangun sahur. Soal menu, bagi seorang yang belum punya kemampuan masak, maka segala ‘makanan jadi’ menjadi pilihan.

Sekejap memutar roda waktu, saya pun terkenang dengan ragam bulan puasa ataupun Lebaran yang saya alami. Musim lalu tentunya saya berpuasa dan berlebaran bersama istri tercinta. Sebuah momentum untuk pertama kalinya sebagai kepala keluarga. Tentu banyak kenangan, keriangan yang masih bersenandung di ingatan pada musim 1436 Hijriah. Bagaimana kami sahur bersama ataupun ada hari yang terlewat tanpa sahur. Bagaimana kami berbuka puasa dengan sanak famili ataupun sobat.

Lalu putaran purnama itu bergerak. Dan kenyataan pun berdetak. Segala rona kehangatan, kebahagiaan, kebersamaan yang relatif menguap pada musim ini semestinya menjadi bahan baku kontemplasi. Tentu saya bersyukur sangat dengan apa yang dialami dan dilakoni musim lalu. Maka ketika kesendirian itu datang, seperti diingatkan pada hakikat diri. Bukankah pada akhirnya akan berpulang ke negeri akhirat sendiri dengan membawa catatan amal?

Kesendirian juga merogoh ingatan pada ragam ilmu sosial yang pernah saya pelajari. Ya, manusia pada dasarnya merupakan makhluk sosial. Manusia butuh interaksi. Manusia butuh yang lainnya. Chuck Noland dalam film Cast Away menjadikan bola voli sebagai temannya. Pi Patel dalam film Life of Pi menjadikan Richard Parker sang binatang buas sebagai sobatnya. Rangga yang pulang ke Yogyakarta menemukan kehangatan kebersamaan bersama keluarga dari ibunya.

Maka bulan puasa ini, Lebaran yang akan menjelang, membawa saya pada lapisan kenangan dan pertanyaan itu. Tentang kesendirian, tentang hangatnya kebersamaan serta pertanyaan transendental dan eksistensial.

Author:

Suka menulis dan membaca

2 thoughts on “Ramadhan, Lebaran, Kesendirian, dan Kebersamaan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s