Posted in puisi, sastra

Pena Tak Pernah Berhenti di Tanda Titik.

Aku seperti punya mata untuk melihat talenta

Mereka yang berkobar bersama kata

Mereka yang jenak dalam keterpasungan orbit

            Lalu, dari hening mereka mencipta dunia

            Dunia yang memikatmu untuk menari bersama kata,

            Tertawa dipeluk aksara,

            Baper dihanyutkan nelangsa,

            Bengis diprovokasi amarah kata,

            Terdamaikan di titik keberserahan jiwa

Pena tak pernah berhenti di tanda titik.

Ia menjeratmu dalam pesona

(Puisi yang saya buat di tengah acara Lomba Cipta Seni Pelajar Nasional [LCSPN] bidang Cipta Puisi)

Author:

Suka menulis dan membaca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s