Posted in Aku, Maciyo

Bis dan Pop Mie

Ada banyak cara untuk menggenangkanmu pada sebuah kenangan. Dan kali ini cara itu melalui seorang sosok di tokoh novel yang sedang melakoni perjalanan menggunakan bis. Dan kenangan saya pun terpantik kepada istri saya, Dede Indrawati.

Saya pun teringat dengan satu momentum dimana kami menikmati pop mie di dalam bis. Perjalanan ke kampung halamannya sebagian besar kami lalui dengan menggunakan bis. Dan peran Dede begitu besar dalam perjalanan. Mulai dari menawar harga tiket bis yang bisa berfluktuatif (dia menawarnya dengan menggunakan bahasa Jawa dan kesewotan secukupnya) hingga urusan makanan dan minuman.

Sepanjang perjalanan menuju Indramayu, lagu yang dihentakkan di speaker adalah lagu-lagu dangdut. Para pedagang pun naik di beberapa titik dengan menawarkan varian barang. Ada yang dengan taktik membagikan barangnya terlebih dahulu, lalu mulailah berpidato mengenai keunggulan dari barang dagangannya.

Perjalanan bukan hanya menempuh jarak, melainkan dengan siapa engkau melakoninya. Nyaris seluruh perjalanan saya dengan rute tempuh Jakarta dan Indramayu beserta Dede Indrawati. Normalnya 4 jam perjalanan menjadi sesuatu yang worth it bersamanya. Segala atmosfer yang melingkupi perjalanan bersamanya menjadi fine-fine saja.

Dan saya akan merindukan dengan cara saksama suatu penggalan waktu itu. Di saat kami kelaparan dan makan pop mie bersama lagi dan lagi. Serangkaian kisah sederhana di bis yang menyingkap jarak antara Jakarta-Indramayu.

Advertisements

Author:

Suka menulis dan membaca

2 thoughts on “Bis dan Pop Mie

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s