Posted in puisi, sastra

Berdiri Sejak

teh tarik

Apa yang bisa dihidangkan oleh tempat makan yang telah sekian lama berdiri itu?

Ingatan,

Kenangan

            Tentang kau yang mencuri-curi pandang

            Berkata terbata, “Aku cinta”

Kursi favorit tempat kita menatap matahari menanggalkan bajunya

Ia rebah bersama kata

            Tentang pilihan menu yang menggoyang lidahmu

            Dan mendamparkanmu di samudera kenangan

Kau berkunjung ke tempat itu sendiri

Kau pejamkan matamu

Dan kau tahu semua memori bersamamu hadir bertalu-talu

            Kau pesan menu yang sama

            Tempat makan itu tetap berdiri dan ramai manusia

            Namun hatimu rebah bersama ingatan yang menjerat

Advertisements

Author:

Suka menulis dan membaca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s