Posted in puisi, sastra

Rumah Pikiran

Suatu Pagi di Bali

Dingin,

Hangat yang hilang dari jiwa

Terasing di bising

            Perayaan,

            Dan kau bertanya apa yang harus dirayakan

Confetti

Menghitung mundur menuju jam 12

Kau tahu ada yang kekal bersama waktu

            Setiap dari kita menyimpan bahayanya masing-masing

            Di ujung senja

            Kau nyalakan memori

            Dan kau tersesat,

            Kau terdampar,

            Kau tak bisa membedakan mana masa lalu, masa kini, dan masa mendatang

Di jalan tiada ujung

Kau terhempas dan terkuras

            Kau mengetuk-ngetuk pintu

            Kau masuki rumah pikiranmu

            Kau terasing dari pikiranmu sendiri

Advertisements

Author:

Suka menulis dan membaca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s