Posted in Aku, Esai

Mulai Saja Dulu, Menulis (Lagi) di Blog

DSC_7411

Sudah terlalu lama saya tidak menuliskan esai di blog ini. Ya untuk rutinitas, saya menjangkaunya melalui puisi-puisi. Namun sudah saatnya bagi saya untuk menghidupkan kembali blog ini dengan ragam kemampuan literasi yang saya pikir dimiliki. Banyak cara pandang, artikulasi yang dapat diungkap untuk menyampaikan sebuah pesan. Dan saya akan memilih kembali cara esai, dan ragam cara untuk menjangkarkan hal itu.

Alasan? Ya, tentu beragam alasan dapat didedahkan untuk kegagalan dan kealpaan. Diantara alasan itu adalah equilibrium yang berbeda antara menulis buku dan menulis di media online. Keinginan saya untuk menulis kembali di blog pun tak terlepas dari rekam jejak tulisan yang ternyata telah begitu banyak di masa lalu. Betapa saya berusaha untuk menghidupkan kata. Lalu mengapa tidak meneruskannya?

Sebagai ghost writer di bawah naungan Rakyat Merdeka Books (Maret 2011-Januari 2015), itu adalah era dimana blog ini begitu hidup. Menulis buku ketika itu memberikan saya waktu pengaturan yang lebih leluasa. Dikarenakan saya bisa melakukan riset bacaan, ataupun menuliskannya sesuai skema waktu yang ada. Sedangkan ketika bekerja di media online (Januari 2015-sekarang), waktu seakan begitu cepat berdetak. Sekian menit dalam waktu kerja, diburu oleh tulisan yang siap saji. “Kemewahan” dengan waktu seakan meluruh. Selesai jam kerja pun saya merasa sudah terlampau lelah untuk menulis esai ataupun tulisan genre lainnya. Begitulah kira-kira “logika”, “pembenaran” yang bersemayam di pikiran saya mengenai kealpaan, kemandekan kanal esai, cerpen, novel dalam jejak literasi saya terhitung mulai bekerja di media online.

Namun manusia memiliki pikiran yang dapat menjebaknya sendiri. Dan mungkin itu juga dialami oleh saya dengan “logika” dan “pembenaran” itu. Seiring waktu, saya pun merindu untuk menulis esai, cerpen, novel, dan segala ranah literasi yang perlu dieksplorasi. Saya pun merasa belum optimal menancapkan pengukuhan diri sebagai sosok yang berkecimpung dengan literasi.

Maka disinilah saya, pada suatu dini hari. Mencoba untuk memupus segala mitos ketidakmampuan. Mulai saja dulu. Blog ini dapat diaktifkan kembali dengan rupa-rupa literasi. Bahan? Bukankah saya memiliki isi di kepala, hati, emosi, lapisan pengalaman. Belum lagi tumpukan buku, majalah, koran, penelusuran internet.

Mulai saja dulu. Dan saya pun percaya semangat berbagi memiliki muaranya tersendiri. Mari membuka bidak kata.

Advertisements

Author:

Suka menulis dan membaca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s