Posted in Anime, Buku, Essai, Fiksi Fantasi, Komik

Bintang Sepak Bola Dunia di Komik Tsubasa

Piala Dunia antar klub yang berlangsung di Jepang memanggil memori seorang Fernando Torres akan ingatan masa kecilnya. Torres yang memiliki nama julukan El Nino merupakan penggemar dari anime Tsubasa semenjak dirinya berumur enam tahun. Di Spanyol, anime Tsubasa memiliki titel Oliver Benji. Saat mulai berlatih di Parguet 1984, pengaruh besar Tsubasa mengubah jalan karier Torres untuk selamanya. Awalnya, Torres bermain sebagai penjaga gawang. Namun, dua tahun menjalani pendidikan di Praque 1984, tepatnya saat memasuki usia tujuh tahun, ia berubah pikiran. Ia beralih menjadi penyerang.

Pengaruh dari terus menerus menonton Tsubasa membuat Torres kecil menetapkan pilihan sebagai striker. Sebuah pilihan yang di kemudian hari mengantarkannya sebagai salah seorang predator nomor wahid. Terbukti dengan kiprahnya yang turut membawa Spanyol menjadi juara Piala Eropa tahun 2008 dan 2012 serta Piala Dunia 2010.

Siapa gerangan pria di balik layar dari serial Tsubasa? Yoichi Takahashi merupakan sosok pencipta komik Captain Tsubasa. Sejumlah nama beken dalam dunia sepak bola nyata turut mewarnai komik dari Takahashi. Meski disamarkan namanya, namun secara jeli, kemiripan nama dan klub yang ia bela membuat pembaca mafhum bahwa Takahashi mengilhami karyanya dari dunia sepakbola nyata. Berikut daftar-daftar pemainnya. Dalam penyusunan artikel kali ini saya harus mencantumkan referensi tulisan yakni berasal dari koran Republika edisi Sabtu, 15 Desember 2012 halaman 17.

tsubasa 1

Real Madrid

1. Callusias – Iker Cassilas
Penjaga gawang timnas Spanyol yang bermain untuk Real Madrid ini merupakan tembok terakhir yang kokoh. Cassilas merupakan produk binaan dari akademi sepak bola Real Madrid. Ia merupakan kapten dari timnas Spanyol di Piala Eropa 2008, 2012 dan Piala Dunia 2010.

2. Fago – Luis Figo
Saat ia bermain untuk Real Madrid, banyak penggemar Barcelona yang menyebutnya sebagai pengkhianat. Figo merupakan salah satu pemain yang tergabung dalam Los Galacticos yang dibentuk di era kepemimpinan Florentino Perez.

3. Roberto Carolus – Roberto Carlos
Ia merupakan bek kiri yang juga memiliki naluri serang luar biasa. Aktif overlapping dan cepat kembali meng-cover pertahanan merupakan kelebihan dari pemain plontos ini. Jangan lupakan pula tendangan bebasnya yang membuat jeri kiper lawan.

4. Rali – Raul Gonzales
Ia adalah ikon kebanggaan Real Madrid. Raul tercatat sebagai pencetak gol terbanyak di Liga Champions. Raul, si kidal bernomor punggung tujuh ini merupakan striker asli Spanyol yang turut mengantarkan Real Madrid meraih trofi Liga Champions di tahun 1998, 2000, 2002.

Barcelona

1. Rivaul – Rivaldo
Pesepakbola Brasil peraih gelar Pemain Terbaik Dunia Fifa, Ballon d’or, dan Pemain Terbaik Eropa pada 1999. Teknik tinggi, determinasi, umpan akurat, serta finishing berkelas menjadi kelebihan dari pemain yang turut mengantarkan Brasil meraih gelar Piala Dunia yang kelima pada tahun 2002.

2. Valtes – Victor Valdes
Di timnas Spanyol Valdes boleh saja berada di bawah bayang-bayang Casillas. Namun di Barcelona, sosok Valdes adalah pilihan nomor satu dalam menjaga gawang tim Catalan ini.

3. Payol – Carles Puyol
Kokoh dalam bertahan, piawai dalam duel udara merupakan kelebihan dari pemain berambut kribo ini. Dirinya merupakan sosok tangguh di lini pertahanan yang menjamin stabilitas dari gempuran serangan rival.

4. Neto’o – Samuel Eto’o
Laga Final Liga Champions tahun 2006 dan 2009 menjadi panggung kebolehan dari pemain asal Kamerun ini. Predator di depan gawang yang cerdik dan memiliki killing insting mumpuni.

5. Xavii – Xavi Hernandes
Gelandang kreatif yang berperan besar dalam skema tiki taka yang berjalan apik di Barcelona dan timnas Spanyol. Akurasi umpannya benar-benar memanjakan rekan satu timnya untuk mengkonversi menjadi gol.

tsubasa 3

Parma

1. Buhon – Gianluigi Buffon
Sosok tak tergantikan di bawah mistar timnas Italia. Turut membawa negeri spaghetti merengkuh gelar Piala Dunia pada tahun 2006. Ketenangan, penyelamatan ‘edan’ merupakan kelebihan dari kiper yang kini membela Juventus ini.

2. Cannavaru- Fabio Cannavaro
Satu-satunya defender yang pernah mendapat gelar pemain terbaik dunia versi Fifa. Kapten timnas Italia di Piala Dunia 2006 ini merupakan sosok liat, gigih, dan taktis mematikan pergerakan striker lawan.

3. Thoram – Lilian Thuram
Turut mengantarkan Perancis merengkuh trofi Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000 ini merupakan sosok yang lugas dalam menghentikan pergerakan lawan.

tsubasa 2

Juventus

1. Zedane – Zinedine Zidane
Ia adalah arsitek kreativitas dari permainan Perancis yang membawa negerinya mencicipi kejayaan di tahun 1998 dan 2000. Dua tandukannya di Piala Dunia 1998 membawa negerinya untuk pertama kalinya merayakan gelar juara dunia. Tandukan pula yang merupakan aksi perpisahan dari pemain ini pada gelaran Piala Dunia 2006. Maestro sepakbola yang pernah mengenakan nomor punggung 21, 5, dan 10 ini merupakan sumbu kreativitas bagi Juventus, Real Madrid, dan timnas Perancis.

2. Alesandro Delpi – Alesandro Del Piero
Awal kemunculannya secara reguler di tim utama Juventus berhasil menyingkirkan Roberto Baggio yang telah mantap sebagai striker handal di Piala Dunia 1994. Teknik tinggi, sepakan akurat free kick, umpan yang memanjakan, partner yang menguatkan dengan ragam striker di Juventus, merupakan nilai lebih dari Del Piero.

3. Fillipo Inzars – Fillipo Inzaghi
Duetnya bersama Del Piero menghasilkan kolaborasi yang menakutkan di Serie A dan Liga Champions. Del-Pippo merupakan julukan dari duet gahar tersebut. Inzaghi sendiri merupakan finisher cerdik yang memiliki speed, intelegensi, dan positioning numero uno.

{fin}

Kalfa (Kaldera Fantasi) merupakan komunitas dengan titik fokus pada fiksi fantasi. Ada beberapa distrik yang kami coba jelajahi yakni: Buku-Film-Games-Japan/Anime-Komik.

Hadir juga di http://www.facebook.com/groups/kalfa

Posted in Anime, Essai, Fiksi Fantasi

A Reason to Fight (Gundam 00)

Takdir menemukan kami di persimpangan jalur kehidupan. Satu demi satu kami bergabung. Membentuk ikatan, kekuatan, rasa kekeluargaan. Begitulah kiranya narasi yang dapat menggambarkan Celestial Being.

Marilah kita simak penjelasan yang diungkapkan oleh Ian Vashti:

I had seen so many battle fields it made me sick…Some served on the front lines of a battlefield. Some had their bodies rebuilt by the military. Some lost their families to terrorism. Some were made into guerrilla fighters. We’ve all lost something precious because of war. That’s the reality of the world we live in now.

Gundam 00 bukanlah sekadar anime yang bercerita tentang dunia perrobotan. Gundam 00 menyajikan kedalaman bercerita, keluasan tema, serta filosofi yang mendalam. Dikisahkan Celestial Being yang merupakan kelompok kecil berhasil melakukan perubahan signifikan dengan kehadiran mobile suit gundam. Sejumlah intervensi militer yang dilakukan oleh Celestial Being meredakan sejumlah perang saudara yang meletup di berbagai penjuru bumi. Bagaimana sikap masyarakat dunia terhadap Celestial Being? Rupanya sikap masyarakat terbelah. Ada yang menganggap Celestial Being sebagai kelompok teroris baru, dan ada yang menganggap Celestial Being sebagai harapan.

Celestial Being dihuni oleh sejumlah nama. Sebut saja Setsuna F.Seiei, Lockon Stratos, Sumeragi, Allelujah, Tieria, Ian Vashti, yang tergabung dalam Celestial Being. Masing-masing personal di Celestial Being, seperti disebutkan dalam awal artikel, dipertemukan oleh takdir di persimpangan jalan kehidupan. Masing-masing dari personel Celestial Being memiliki alasan personal yang menjelaskan ketergabungan.

Setsuna sebagai gundam master termuda, mengalami masa kelam berupa perang saudara di negeri asalnya dulu. Some were made into guerrilla fighters, itulah kiranya background dari sosok yang memiliki nama asli Soran Ibrahim ini. Setsuna muda merupakan sosok yang diperalat oleh Ali Al-Saachez si maniak perang yang gemar menghabisi nyawa manusia dan mengobarkan perang. Setsuna bergelimang dengan pertanyaan. Seperti tergambarkan dalam episode ke 25 Gundam 00 season 1. Why was the world so twisted? Where did this twistedness come from? Why are there things that bring chaos to so many lives? And why do they hurt each other? And why, despite that, do people still want to live their lives?

Lockon merupakan sosok yang kehilangan anggota keluarganya dari aksi terorisme. Aksi bom yang meluluhlantahkan bangunan, juga merenggut nyawa secara massal. KPSA besutan war junkie Ali al-Saachez menjadi kelompok teroris yang menyelimutkan luka bagi Lockon dengan meninggalnya orang tua serta saudara perempuan yang dimilikinya. Lockon Lyle Dylandy sendiri merupakan personel yang baru bergabung belakangan ke Celestial Being. Lyle Dylandy memiliki luka tambahan dengan meninggalnya kakaknya Neil Dylandy dalam perjuangan mewujudkan dunia yang baru bersama Gundam. Neil sendiri secara dramatik digambarkan kematiannya ketika melayang di luar angkasa dengan sebuah pertanyaan yang dipertanyakannya sebagai berikut:”Hey, you people down there. Are you satisfied with the way the world is?”

Ernest Renan berpendapat bahwa bangsa terbentuk karena adanya keinginan untuk hidup bersama (hasrat bersatu) dengan perasaan setia kawan yang agung (Budiyanto, Dasar-Dasar Ilmu Tata Negara, hlm. 20). Perasaan setia kawan yang agung tersebut ditopang oleh perasaan senasib dan sepenanggungan. Itulah kiranya yang dapat menjelaskan cita rasa luka yang mampu menyatukan tiap-tiap sosok untuk bergabung di bawah panji Celestial Being. Ada luka di masa lalu yang mereka miliki. Dan mereka tidak diam, mengeluh, serta menyerah pada keadaan. Mereka bahu membahu untuk mewujudkan dunia baru yang lebih baik.

Jalan upaya yang mereka tempuh bukan tanpa hambatan mental. Sebut saja Setsuna yang mendapatkan tawaran untuk berhenti menjadi gundam master. Marina Ismail putri dari Azadistan mempersuasi Setsuna agar menghentikan aksi tarungnya. Perang tak lebih dari jalan penghancuran, begitulah kira-kiranya alasannya. Hal yang dijawab oleh Setsuna dengan “I’m good for…is fighting”. Kiranya ajakan dari Marina Ismail sempat membuat Setsuna meragu dalam pertempuran. Ada titik henti sejenak, sebelum Setsuna kembali menunjukkan kemampuan daya tempurnya dalam pertarungan di bawah laut. Jangan lupakan korelasi yang tercipta antara Marina dan Setsuna. Meski sebuah tanya “are you two lovers?” langsung disanggah dalam waktu bersamaan oleh Marina dan Setsuna dengan “No” dan “We’re not” (episode 4 Gundam 00 season 2). Korelasi mereka seperti tergambarkan di episode 25 season 1, bagaimana diantara rangkaian tanya yang masih menggulanakan pikirannya, Setsuna melontarkan hal berikut: “I was just looking for answers. I thought that if i met with you, you would find these answers for me.”

Perang dengan segala lukanya dapat menyebabkan trauma. Lihatlah John Lennon pentolan The Beatles. Ia lahir di tengah puing perang dunia pertama, kedua, dan perang Vietnam. Legenda pop tahun 60-an itu tiba-tiba menemukan bumi ini seperti sepenggal neraka. Maka lahirlah Flower Generation dengan semangat anti perang dan fenomena hyppies. Bahkan ketika Tuhan disebut dalam perang, Bob Dylan justru mengatakan:”If God in our side, Hell stop the next war.”

Baiklah kiranya saya kutipkan buah pemikiran dari Anis Matta dalam essainya yang berjudul Perang dan Cinta sebagai berikut (Anis Matta, Serial Cinta, hlm. 22-24):

Tapi perang tidak hanya punya satu wajah. Perang punya wajah lain yang lebih agung, etis dan manusiawi. Perang adalah takdir manusia. Kamu suka atau tidak suka. Perang itu niscaya. Bedanya hanya pada dua hal:siapa musuhmu, dan dengan cara apa kamu melawannya. Siapa musuhmu menentukan atas nama apa kamu berperang. Caramu melawan menggambarkan watak perang yang kamu lakoni. Di dasar batinmu yang terdalam sebenarnya kamu tahu atas nama siapa kamu berperang: kebenaran atau kebatilan.

Jika kamu berperang di bawah bendera kebenaran, cinta mengendalikan motifmu dan caramu berperang. Tetap ada kekerasan. Darah. Tapi cinta membuatnya jadi agung. Etis. Manusiawi. Perang atau revolusi adalah drama kemanusiaan. Di sana kita menyabung nyawa, karena ada yang kita cintai di sini: Tuhan, hidup, tanah air, bangsa, keluarga, diri sendiri.

Perang semacam ini menciptakan kehidupan dari kematian. Hanya perang semacam ini yang dapat menghentikan perang dengan perang.

Alasan untuk berperang, bukan sekadar sumbu semangat, namun juga arah dan distingsi. Akan dibawa kemana perang ini, bagaimana caramu berperang, ditentukan oleh alasan berperang. Seperti sajak Chairil Anwar yang berjudul Krawang-Bekasi (Chairil Anwar, Aku Ini Binatang Jalang, hlm. 108):

Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami,
terbayang kami maju dan berdegap hati?

{fin}

Kalfa (Kaldera Fantasi) merupakan komunitas dengan titik fokus pada fiksi fantasi. Ada beberapa distrik yang kami coba jelajahi yakni: Buku-Film-Games-Japan/Anime-Komik.

Hadir juga di http://www.facebook.com/groups/kalfa