Posted in Essai, Fiksi Fantasi, Games, Jalan-Jalan

Passion (Gen-Day:Genshiken Exhibition Day)

Dalam sebuah interview ketika dulu saya mencari pekerjaan terdapat frasa yang hingga kini masih menjerat kuat. Frasa itu adalah ‘passion’. Interview yang saya lakukan ketika itu adalah di sebuah bank swasta dan setelah berlempar tanya jawab, sang interviewer berkonklusi bahwa passion saya adalah menulis. Konklusi tersebut setelah saya hayati ternyata benar adanya. Dan harus saya akui sebagai lulusan Fisip, saya masih absurd bekerja sebagai apa di bank. Disamping track record yang saya miliki, rupanya ujaran saya dalam wawancara tersebut lebih berkisar pada kata menulis dan menulis. Rupanya kata ‘passion’ itu kembali menyambangi saya ketika hadir di acara Gen-Day (Genshiken Exhibition Day) di CC Barat ITB. Pemberi materi dalam seminar baik yang berasal dari Jotter Production dan Agate Studio menekankan passion dalam urusan pekerjaan.

Passion itulah kiranya yang memberi nilai lebih bagi pekerjaan. Pekerjaan bukan sekedar rangkaian tugas dan gaji pada akhir bulan. Passion itulah kiranya yang memberi api semangat dan meneduhkan hati. Pembicara dari Jotter Production memaparkan bahwa bekerja di domain games tidak sekedar mencari duit, namun juga meminjam terminologi sosial yakni sebagai n-ach. N-ach merupakan need for achievement, dimana manusia berusaha untuk memperoleh pencapaian-pencapaian dan aktualisasi diri. Dengan hasil karya di dunia games ada obsesi untuk membuat orang senang melihat hasil kerja yang dilakukan. Contohnya ialah animasi serigala dalam the hunger games di facebook yang dibuat oleh Jotter Production. Bagaimana rancangan serigala tersebut mampu menjangkau 30.000 orang pemainnya. Bagaimana segala detil dari serigala, seperti bagaimana serigala bernafas, serigala marah, gesture dari serigala, dikerjakan dengan presisi, untuk kemudian buah peluh tersebut dinikmati oleh para gamers.

Passion inilah kiranya yang membuat manunggalnya hobi dengan pekerjaan. Dengan passion maka jam-jam intensifikasi pekerjaan menjadi benar-benar bermakna dan bertenaga. Passion inilah yang mendekatkan pada kesempurnaan. Maka riset pun sungguh terjadi seperti diperlihatkan oleh Jotter Production dalam setiap gubahan karyanya. Riset melalui referensi yang seabrek dengan menggunakan google dan youtube merupakan implementasi dari kata passion. Bagaimana animasi agar benar-benar hidup, nyata. Seperti dicontohkan ialah karakter desain kuda, bagaimana kuda berjalan, surainya; ataupun motel, dimana menyala kedap kedip lampu nama motelnya.

Passion juga kiranya yang menjadi raison d’etre dari Agate Studio. Bagaimana pada awal-awal pendiriannya mereka bekerja dari jam 8 pagi hingga jam 11 malam. Apalagi yang dapat menjelaskannya selain passion. Secara finansial, pada era awal tersebut mereka hanya menerima gaji Rp 50.000 sebulan. Agate Studio sendiri memiliki filsofi bahwa mereka awalnya cuma pengen bikin games, dimana games ini akan membagikan kebahagiaan. Dasar filosofi itulah yang menjadi passion mereka.

Lalu bagaimana dengan Anda? Baik yang sedang menimba ilmu ataupun bekerja, telahkah kata passion mewarnai kehidupan ketika mengawali dan menutup hari? Akankah menjadi mekanik bernafas? Anda sendirilah yang dapat menjawabnya.

{fin}

Kalfa (Kaldera Fantasi) merupakan komunitas dengan titik fokus pada fiksi fantasi. Ada beberapa distrik yang kami coba jelajahi yakni: Buku-Film-Games-Japan/Anime-Komik.

Hadir juga di http://www.facebook.com/groups/kalfa

Posted in Essai, Fiksi Fantasi, Games

Mari Bermain (Toys & Comic Fair 2012)

Bukankah hidup adalah permainan dan senda gurau belaka? Sepanjang usia saya percaya kehidupan dari manusia selalu terkoneksi dengan kata bermain. Adalah sebuah penipuan sejarah dan konsep ketika menyatakan pada usia dewasa merupakan limit pemberhentian bermain. Hanya arena dan jenis permainannya saja yang berbeda. Ketika dalam lingkup pekerjaan misalnya, maka arena bermain-mainnya dapat seperti beberapa PNS pajak itu yang menggelembungkan pendapatannya dan merugikan negara; atau seperti sejumlah politisi yang gemar memanipulasi suara rakyat untuk meraih kuasa, kekayaan, dan pengaruh; atau sejumlah orang tua yang menjadikan anaknya sebagai barbie dan robot yang harus menuruti skema yang diinginkannya.

Pada hari Sabtu dan Ahad (10-11 Maret 2012) bertempat di Balai Kartini diselenggarakanlah perhelatan The Jakarta 8 th Toys & Comic War Fair 2012. Sebuah perhelatan akbar yang memanjakan terutama para pecinta mainan. Saya sendiri menghadiri Toys & Comis Fair tersebut pada hari Sabtu dan berikut ulasan dari pena saya. Acara Toys & Comic Fair memuat banyak panel acara, seperti Lego Build A Brick Competition, X Men Animated Cabaret, Star Wars Costume Performance, Saint Seiya Cabaret, Robot Gatotkaca & Garuda Performance, US Cosplay Costume Performance, dan sebagainya. Sedangkan dari pengisi stand banyak varian yang terdapat seperti Lego, Marvel Toyz, Toys Army, Kizaru, beberapa komunitas yakni Superman Fans of Indonesia, Komunitas Tintin, Indo Marvel Community, Indonesia Zombie Club.

Bagi para pecinta action figure bolehlah dikatakan bahwa Toys & Comic Fair merupakan festival yang benar-benar memanjakan dan menjadi surga. Ada begitu banyak action figure yang dijual dan menjadi etalase menarik untuk dipotret. Bagi pecinta action figure perang terdapat action figure Nazi, tentara Amerika lengkap dengan segala atribut di berbagai medan tempur. Bagi pecinta action figure yang horor terdapat Jason si pembunuh bertopeng. Bagi pecinta action figure berbasiskan Jepang tentu saja banyak pilihan- mulai dari Saint Seiya, Conan Edogawa, Dragon Ball, Final Fantasy, dan sebagainya. Action figure ala Indonesia juga ada seperti replika Soekarno dari wilayah pundak hingga kepala yang berharga 4,5 juta, ada juga tokoh dari kisah perwayangan yakni Dasamuka, Gatotkaca.

Toys & Comic Fair juga menjadi tempat eksistensi bagi sejumlah komunitas. Yang agak mengerikan, menakutkan, dan membuat saya agak bergidik ialah dengan aksi Indonesia Zombie Club. Ketika sedang berjalan berkeliling, saya berpapasan dengan seorang berkostum dan berlagak penjagal dengan pisau daging di genggaman. Bajunya dikemas agar penuh dengan bercak-bercak darah dan tampilan wajah yang menunjukkan kegilaan. Tak jauh dari situ ada seorang wanita dengan rambut terurai berantakan, berbaju putih nan horor. Dia juga membawa manekin kaki.

Adapun aksi di panggung utama yang sempat saya saksikan ialah Starwars Costume Performance dan Saint Seiya Cabaret yang dilakoni oleh Opera Pan Japan (OPJ). Pada Starwars Costume, saya masih mendapati kostum-kostum yang dikenakan oleh para pecinta serial yang diciptakan oleh George Lucas ini. Ada pedang laser, ada sosok The Dark Side, yang melambungkan imajinasi pada dimensi yang berbeda dari Jakarta kontemporer. Pada Saint Seiya Cabaret ada duplikasi dari konsep Opera Van Java, dimana terdapat dalang atau pewarta cerita. Kisah yang diangkat ialah tentang pertarungan untuk mendapatkan armor Sagitarius dan pertarungan kuil dua belas bintang. Dikarenakan penampilan panggung dari Saint Seiya ini bertepatan dengan waktu Maghrib, maka saya tidak dapat melihatnya secara full.

Untuk memeperebutkan armor Sagitarius dilaksanakan sejumlah duel yakni: Seiya vs Hyoga; Shun vs Unicorn; Seiya vs Shun; Seiya vs Shiryu; Seiya vs Ikki; dan Ikki menghadapi Seiya, Hyoga, Shiryu, serta Shun. Duel yang terjadi berlatarkan musik seperti cerita anime-nya. Lingkup nuansa yang mendamparkan ingatan saya pada bilangan tahun yang telah berlalu. Gaya pertarungannya pun menduplikasi seperti anime-nya. Mulai dari pukulan beruntun Seiya, terengah-engahnya Seiya, gaya memukul yang seperti panah melesat. Untuk penampilan di atas panggung pelakon Seiya cukup berani beraksi jatuh-jatuhan dalam duel tersebut.

Selepas dari duel memperebutkan armor Sagitarius, Athena terkena panah dari entah siapa. Beredar juga warta bahwa Athena yang terkena panah ialah Athena palsu. Seiya cs untuk kemudian harus melewati kuil 12 untuk menyelamatkan nyawa Athena. Pertarungan melawan Gold Saint pun terjadi dengan diawali oleh Shiryu melawan Cancer. Idem dito dengan anime-nya dimana rekan-rekan perjuangan terus berlari memburu waktu, sedangkan duel terjadi antara dua ksatria. Shiryu pun memenangkan duel dengan Cancer. Pada kuil berikutnya, Seiya menghadapi Leo. Leo berhasil mengalahkan Seiya, namun Leo berbaik hati dan mengijinkan Seiya lewat dari kuilnya. Setelah itu saya beranjak untuk shalat Maghrib di gedung sebelah dan ketika kembali ke panggung pertunjukan lakon telah selesai.

Dalam lakon Saint Seiya Cabaret tersebut saya tidak tahu apakah ceritanya paralel dengan cerita dalam kisah asli Saint Seiya. Menurut sobat saya, Yusuf, cerita Saint Seiya tersebut bermuara pada konklusi bahwa Athena yang terkena panah ialah Athena asli. Paus sang pemimpin tertinggi dibunuh oleh Gemini dan Gemini merupakan sosok yang menyebarkan desas desus bahwa Athena yang ada merupakan Athena palsu. Gemini yang memiliki dua perwajahan dan dua sisi (baik dan buruk) mengalami pertempuran internal dirinya antara konsep baik dan buruk. Konsep yang sesungguhnya terjadi pada setiap insan manusia. Gemini baik akhirnya menyesal atas segala kejadian yang berlangsung dan ia menebus segala kesalahannya dengan membunuh diri di hadapan Athena.

Perhelatan Toys & Comic Fair juga menghadirkan sejumlah komik. Rata-rata komik yang mengisi stand ialah komik-komik edisi lama, seperti komik Mahabrata karya R.A.Kosasih, komik Tintin, komik Batman, dan sebagainya. Jika merujuk pada judul besarnya yakni war antara Toys dan Comic maka jelas terlihat ketimpangan antara Toys dan Comic. Toys lebih mendominasi dan menghegemoni dalam perhelatan yang telah menginjak tahun kedelapannya ini. Selain Toys dan Comic juga terdapat variasi lainnya seperti kaus bernuansa anime, binatang peliharaan, majalah bertemakan toys, cosplay, penayangan thriller film yang di-support oleh pocongmen.

Saya sendiri membeli baju dari Kizaru. Toko baju ini sendiri secara personal telah mendapat di hati saya dikarenakan kualitas dan desainnya yang kreatif. Aslinya toko baju ini bertempat di Jl.Trunojoyo 23 Bandung, dan dalam beberapa kesempatan saya ke Bandung, toko baju ini menjadi destinasi bagi saya dalam membeli kaos yang bertemakan fantasi. Ternyata Kizaru telah membuka cabang di Jakarta di daerah Tebet.

Diantara berbagai stand yang ada, saya tertarik dengan cita rasa Indonesia yang dihadirkan oleh stand Damn I Loved Indonesia. Damn I Loved Indonesia sendiri merupakan bentuk kreativitas dan menumbuhkan semangat kebangsaan dalam cita rasa kontemporer. Beragam desain dari kaos dari toko yang digawangi oleh Daniel Mananta ini seperti Gatotkaca dalam tampilan kontemporer, Semar, Petruk. ataupun dengan kalimat-kalimat yang bertemakan muda dan patriotik. Dalam Toys & Comic Fair kemarin yang menyita perhatian tentu saja replika Soekarno dari pundak hingga kepala yang dibandrol dengan harga 4,5 juta. Replika Soekarno ini sebelumnya mengisi lapis memori saya ketika melihat liputan toys photography di Metro tv yang menghadirkan Fauzie Helmy. Fauzie Helmy memotret replika Soekarno dengan latar belakang istana Bogor dan hasil jepretannya fantastis dalam penilaian saya.

Film Gamer yang diperankan oleh Gerard Butler menuturkan bahwa sesungguhnya manusia memiliki free will dan semangat pembebasan untuk menolak tunduk pada despotik. Dalam kehidupan sehari-hari bisa jadi kita merupakan bidak, obyek yang dipermainkan oleh pihak lain. Kita bisa jadi sekedar lakon yang diberikan suara, diberikan peran oleh dalang yang berada di belakang layar. Sudah selayaknya bagi kita untuk mempertanyakan peran dan makna eksistensi kehadiran kita di bumi. Dan pagelaran toys & comic fair semoga dapat memberikan makna filosofis dan filsafat bagi peran manusia-manusia di negeri ini agar lebih baik lagi. Mari memainkan peran dan tidak menjadi mainan dari pihak lain.

Kalfa (Kaldera Fantasi) merupakan komunitas dengan titik fokus pada fiksi fantasi. Ada beberapa distrik yang kami coba jelajahi yakni: Buku-Film-Games-Japan/Anime-Komik.

Hadir juga di http://www.facebook.com/groups/kalfa

{fin}

Posted in Fiksi Fantasi, Games

Sarapan Dengan Kratos

Kalau boleh memfatwakan, maka saya akan memfatwakan game God Of War sebagai game wajib bagi para pecinta game. Game yang lengkap bin komplet. Dari segi pertarungan, para gamers akan benar-benar dimanjakan untuk mengeluarkan kemampuannya dalam menaklukkan lawan yang beragam. Dari segi jalan cerita, akan terdapati bagaimana perjalanan Kratos (tokoh utama) dalam upayanya menggugat keadaan. Dari segi grafis, tampilan dari game ini benar-benar memiliki resolusi yang tajam dan detil yang kuat.

Game God Of War menyajikan kekerasan secara eksplisit serta tumpahan darah yang menggenang. Selain itu ada sejumlah tampilan pornografi pula. Tentunya, saya harap kekerasan dan pornografi ini dapat difilter oleh masing-masing gamers. God Of War merupakan kisah tentang gugatan terhadap dewa dewi. Ide yang mengingatkan saya pada kisah Hercules, Percy Jakson maupun Clash Of The Titans. Semangat perlawanan dan gugatan dari Kratos teramat kentara, bagaimana dengan seluruh daya ia berusaha untuk meruntuhkan hegemoni para dewa.

Gugatan dari Kratos ini tiada terlepas dari nasib malang yang menimpanya. Bagaimana istrinya harus menemui ajal dengan cara mengenaskan. Aroma dendam untuk kemudian menyeruak dalam game ini sebagai upaya untuk mengembalikan equilbrium dan menuntut para dewa akan segala yang terjadi.

Sepanjang petualangannya Kratos akan menghadapi para dewa dewi serta kaki tangannya. Zeus, Hades, Poseidon, Minotaur, merupakan sekelumit dari lawan-lawan yang dihadapi oleh Kratos. Pertemuan dengan sejumlah karakter ini sekaligus merekonstruksi ulang dunia dewa menjadi versi game ini. Bagaimana para dewa yang berlaku sewenang-wenang serta menghadirkan duka berkepanjangan bagi manusia. Bagi pecinta dunia mitologi, sejarah klasik, bersiap-siaplah mendapati dewa menjadi tokoh antagonis. Sedangkan penggambaran karakter Kratos sendiri merupakan sosok yang sadis, tanpa kompromi, serta berjiwa pemberontak.

Dari segi tampilan fisik, Kratos benar-benar jagoan. Dengan tubuh kekar, kepala botak, tunik, serta senjata (The Blades of Chaos, The Blade of Artemis) di kedua tangannya yang siap melumat setiap musuhnya, juga dengan sejumlah garis corak merah yang terdapati di wajahnya dan tubuhnya. Karakter yang kuat pada tokoh utama, benar-benar mampu disentuh dalam game God Of War, baik secara luar dan dalam. Karakter yang kuat merupakan salah satu resep kesuksesan dalam game, dan game ini mampu memberikannya.

Dari segi battle, gamers akan dihadapkan pada variasi dalam menghadapi lawan. Dibutuhkan ketrampilan tangan, serta kecerdasan taktik untuk menghadapi musuh. Seperti yang saya hadapi ketika melawan monster berkepala tiga yang lalu mampu membelah diri (menduplikasi diri), perlu waktu beberapa lama bagi saya (dan dibantu kakak saya) untuk menaklukkan tantangan ini. Tenang saja, saya tak akan memberikan walkthrough bagaimana menaklukkan tantangan demi tantangan. Selamat berksplorasi dengan musuh-musuh yang rumit.

Dari segi musik, nuansa benar-benar mampu dijaga dalam game ini. Nuansa kelam, menyentak jantung menjadi atmosfer kuat dari latar musik game God Of War. Tentunya sumbangan musik yang bagus menjadi elemen suportif dalam parameter game yang baik atau tidak. Musik mampu memberi jiwa, dan terdapatilah dalam game ini.

Dari segi kemampuan Kratos, terdapati kesempatan untuk meningkatkan kekuatannya. Bonus dari mengalahkan musuh baik besar maupun kecil akan mendapatkan poin. Untuk kemudian poin itu dapat dikonversikan untuk memilih kekuatan yang ingin ditingkatkan dari Kratos. Dari segi magic, gamers juga memiliki beberapa pilihan item. Pilihan magic ini tentu saja teramat berguna ketika sedang terdesak, nyaris tewas, ataupun menghadapi bos di tiap level.

God Of War juga menyajikan sejumlah enigma. Teka-teki tersebut menuntut kecermatan, logika, serta mungkin keberuntungan. Dalam memecahkan teka-teki yang beragam inilah yang menarik dikarenakan, gamers tidak sekedar mengandalkan kemampuan untuk menghantam musuh, melainkan juga untuk memecahkan jalan dan cara yang sulit. Dalam memecahkan teka-teki ini dikarenakan saya bermain beriringan dengan kakak saya, terdapati betul bagaimana setiap clue dipikirkan dan segala kemungkinan dijalankan. Sebaiknya untuk gamers untuk memecahkan teka-teki dengan sekeras upaya, jangan tergoda untuk mencontek dari walkthrough yang telah bertebaran di dunia maya. Bukankah misteri lebih seru untuk dipecahkan, bukan dengan membuka selubung tirainya.

Demikianlah di cluster game ini, saya menuliskan. Saya harap Sarapan dengan Kratos ini, mampu memberikan perspektif awal tentang game God of War yang sangat..sangat..saya rekomendasikan. Saya angani di kemudian hari dapat memberikan purna rupa informasi tentang game dalam varian yang lain. Terima kasih…

Kalfa (Kaldera Fantasi) merupakan komunitas dengan titik fokus pada fiksi fantasi. Ada beberapa distrik yang kami coba jelajahi yakni: Buku-Film-Games-Japan/Anime-Komik.

Hadir juga di http://www.facebook.com/groups/kalfa

{fin}