Kau yang Membacaku, Tanpa Aku Harus Bicara

Aku rindu caramu mencintaiku

Menyirami aku dalam tatapan matamu

Kau yang membacaku, tanpa aku harus bicara

            Aku rindu dengan perbincangan kita

            Sayap-sayap pemikiran segala ranah

            Kita kupas, ulas dunia dengan narasi dialog

Aku rindu,

Bahkan ketika kau marah

Kau yang terdiam

Hening saja

Lalu ketika gemuruh di dadamu telah surut

Perlahan bermekaran pertukaran kata antara kita

            Aku rindu dengan genggaman kita,

            Seolah kita akan hidup 1000 tahun lagi di dunia yang kita pertanyakan ini

            Apa pun cuaca, kita akan selalu bersama

Aku rindu kala kita bercanda

Cerdas nian kau menjahit logika humor

Kita tertawa begitu lepas,

Begitu bebas

            Aku rindu dengan petualangan tanpa rencana

            Kita berdebat

            Kita berargumen

            Kita merajuk

            Kita pun tertawa dalam cangkir kehangatan

Di perjalanan kita saling mengintip dan menitipkan pesan

Tersirat dan tersurat

Aku dan kau cinta seutuhnya,

Selengkapnya

            Cinta telah tiba

            Di beranda hati kita

            Dan kita menuainya dengan hati gembira

            Seperti petualang yang menatap rajutan konstelasi bintang di Bosscha sana

Cinta telah tiba

Dan sejak kala itu hingga selamanya kita tahu bagaimana cinta bekerja

Kata Kota

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Kau tahu dunia sudah terlalu tua

Renta memikul bebannya yang kentara

Kita adalah sepasang kekasih yang kecewa

Menyiapkan lautan api untuk mengusir kebosanan

Kita sudah terlalu lelah dengan kuldesak tiap pagi

            Kita yang habis percaya pada dunia

            Lara yang mengikat jembatan hati kita

            Bersatu dalam kelabu

Lalu kita bernyanyi bersama tentang revolusi

Tangan kita bergenggaman,

di tangan yang lain auman api bersiap

Musnahlah kata

Musnahlah kota

Ingatan yang Terkunci

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Sama seperti luka yang kau siramkan bersama pagi pertama. Ini tentang ingatan yang terkunci. Dan kau tahu pendulum hatiku takkan bergeser walau setitik.

Berlayarlah dan kau tahu wajah lainnya adalah nihil. Tak ku temukan rona yang mampu melincahkan dan meloncatkan hati.

Waktu adalah tipu daya. Poros mentari yang berubah, mendung hati tak kunjung surut.

Alpa

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Kau yang bermata, tapi tidak melihat
Kau yang bertelinga, tapi tidak mendengar
Raungan suara menggugat menemui sumbu sunyinya
Bukan panca indramu yang tumpul,
Tapi tunahati hingga kau alpa melihat, tiada mendengar

Berlayar di Ujung Petang

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Kelam, dan kita berdiam bersama kata

Mendengarkan dongeng-dongeng usang di pangkuan

Nyala abu yang kini kesepian

            Ceritakan aku tentang mimpi-mimpi dalam genggaman tak bernyawa

            Sedari dulu aku tahu,

            tentang dusta yang kau anyamkan di malam menjelang tidur

Berlayarlah di ujung petang

Temui aku yang tenggelam

Normal

SAMSUNG CAMERA PICTURESNormal,

Normalkah dirimu?

Yang mengeluh di awal pagi dan kala malam memagutmu

Kau si gelas terisi setengah

Yang selalu merasa kurang, defisit, kurang untuk menggapai kesempurnaan yang tak pernah selesai