Di Meja Makan

20150503_210003

Di meja makan hanya ada kepala yang bertanya

Robohnya kartu domino

Terungkapnya topeng yang membungkus kata

            Hidangan mulai dingin dan pertanyaan membiak

            Mereka yang semeja denganmu, tak lain yang paling mengetahui celahmu

            Menyadari aksi-reaksimu

            Mengetahui cara otakmu “memilih jalan”

Jangan kau cari di menara tinggi

Atau di negeri seberang

Ia datang di pekaranganmu dengan senyum terkulum

            Racun terbaik bekerja dengan madu kata-kata

            Hingga kau terdampar dan kehilangan pegangan, kompas persahabatan

Di meja makan, kau menatap menu harianmu

Itu dan itu lagi

Kau telah ditikam sempurna dengan segala nama

Pengkhianat selalu punya cara untuk mengheroikkan perbuatannya

            Di meja makan sirna kata-kata

            Kau kehilangan selera untuk menyantap atau berbincang dengan entah siapa

Advertisements

Proyek Menghanyutkan Lara

Di hari kematian puisi

Aku ingin membacakan kisah-kisah kita

Tentang cerita yang lewat dan berkarat

            Aku ingin menghanyutkan lara dalam perahu kertas

            Yang menuju jantung semesta

Kata-kata mati

Ilusi bertakhta

            Lenyapkan gulita dari aksara

Tidurlah, aku akan mengantarmu dalam ayunan cerita

Menimang, menimbang surut selaksa makna

            Jenguk esok hari dengan senyum tersisa

            Matilah kau mampus ketika telah tiba masanya

            Hiduplah dengan memanggul tanya

Habis Percaya

SAMSUNG CAMERA PICTURES
SAMSUNG CAMERA PICTURES

Aku sudah habis percaya
Pada mereka yang berakrobat bersama kata & berselempang dusta
Karena mereka adalah singa yang akan menerkammu kala ada kesempatan
Karena mereka adalah rubah yang merunduk kala kuasa menerkam tidak di genggaman

Bawa Aku ke Duniamu

20150502_204616

Bawa aku ke duniamu

Tempat mimpi-mimpi bermekaran

Tempat cahaya jadi nyala

            Langitnya biru, awannya putih

            Hujannya menenangkan jiwa

Bukan kota yang dibekuk senja

Umpatan bertukaran

Menahan beban yang tak seimbang antara jumlah penduduk dan luas wilayah

            Ceritanya membosankan

            Tentang puisi 5 hari yang direngkuh jarak

            Terkutuklah waktu yang tercecer di kemacetan, menunggu, dan bertele-tele

Bawa aku ke duniamu

Tanpa rencana

Tanpa promosi propaganda berlebih tentang zona nyaman

Pejamkan mata,

Rasakan suara,

Alam yang menyapamu,

Membelaimu sebagai warga semesta

            Duniaku dilalui kelu

            Lelah menghinggapi nadi

            Gurat-gurat waktu di wajah kota

Duniaku, sepetak wilayah yang rapuh & rikuh diterpa turbulensi alam

            Duniamu, tempat mimpi & realitas berada di satu garis lurus

Duniaku, yang berebut ruang dan bergelut kata tiap kali

            Duniamu, tempat lapang dimana wacana menjadi kata kerja

Bawa aku ke duniamu

Yang eskapisme di kepala atau nyata ada?

Mereka Mendongeng Abjad Ilusi

P1010714

Akan kuceritakan padamu

Tentang mereka yang tinggal di benteng

Gerendel,

Paranoid di kepala,

Jaring laba-laba memintal mangsa,

Energi negatif menguarkan

            Di meja makan mereka bicara tentang kebajikan harian

            Kerakusan tanpa kata memenuhi orbit pikiran mereka

            Tenggelam dalam lautan api yang membakar nurani

Sulut, ketika ada yang mengusik status quo

Perompak,

Perampok,

Tak tahu diri,

Kalian hanya para sudra yang tak layak menginjakkan kaki di kastil kembang gula

Manis, tapi keropos

Manis, tapi diabetes

Mengidap racun bersama tarikan nafasnya

            Sini, mari kemari

            Mereka mendongeng abjad ilusi

            Tenun fantasi

            Mereka diktekan kebohongan bertabur gula

Bawang merah,

Joker,

Lex Luthor,

Kesemuanya adalah protagonis utama, kata mereka sembari menghidangkan makan malam untuk semesta

Krayon di Tangan

SAMSUNG CAMERA PICTURES
SAMSUNG CAMERA PICTURES

Kapan terakhir kalinya kau berkunjung ke gubuk imajinasi?

Dengan krayon di tangan

Dengan pena tergenggam

            Mewarnai kota dengan rupa-rupa warna

            Tak semuram hitam-putih dalam lencana hati

            Asyik bertekun dengan gambar

            Mengarsir imajinasi

Dengan mimpi yang kau ikatkan di aksara

Gugus kata-kata yang punya warna

            Terkubur di keterusikan waktu

            Kala jemu dengan orbit waktu

            Krayon, pena, serangkai eskapisme di petang yang membosankan

            Atau tentang mimpi-mimpi yang harus kau hidupkan lagi?

Sia-sia

SAMSUNG CAMERA PICTURES
SAMSUNG CAMERA PICTURES

Pernahkah kau merasa sia-sia?

Lembaran bab demi bab dalam hidupmu,

Keahlian, keterampilan yang dirimu miliki

            Ketika pensiun

            Ketika dipecat

            Ketika lamaran pekerjaan tak kunjung berbalas

            Sia-sia menjadi mantra yang kau gumamkan dalam sadar dan diam

Ada masanya ketika era, mengerkah kemampuan yang kau punya

Kau tak berkesesuaian dengan zaman

            Kerja, kerja, kerja

            Ya, orang-orang di sisi itu ingin betul

            Tapi kerja apa?

            Adakah kemampuan yang ada dibutuhkan di ekonomi yang melambat?

            Di era modernisme, kau menjadi homo sapiens tanpa argo waktu kerja

Sia-sia, sia-sia, sia-sia, sia-sia, sia-sia, sia-sia, sia-sia, sia-sia, sia-sia

Sia-sia, sia-sia, sia-sia, sia-sia, sia-sia, sia-sia, sia-sia, sia-sia

Sia-sia, sia-sia, sia-sia, sia-sia, sia-sia, sia-sia, sia-sia

Sia-sia, sia-sia, sia-sia, sia-sia, sia-sia, sia-sia

Sia-sia, sia-sia, sia-sia, sia-sia, sia-sia

Sia-sia, sia-sia, sia-sia, sia-sia

Sia-sia, sia-sia, sia-sia

Sia-sia, sia-sia

Sia-sia

            Di hadapan cermin itu kau membenci dirimu

            “Sia-sia,” katamu beresonansi